Abstrak
SIDIT AHMAD, NIM 14 202 158, Judul Skripsi “POTENSI PENDIRIAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH (LKMS) DI NAGARI SIMAWANG DENGAN PENDEKATAN ANALISIS SWOT”, Jurusan Perbankan SyariahFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar.Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah bagaimana potensi yang dimiliki oleh Nagari Simawang dalam pendirian Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), apa strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunities (peluang), dan threats (ancaman). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunities (peluang), dan threats (ancaman) yang dihadapi Nagari Simawang dalam pendirian Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif, yaitu dengan melakukan dokumentasi dan wawancara langsung dengan Wali Nagari dan 10 orang warga Nagari Simawang dengan menggunakan bantuan pedoman wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Potensi Pendirian Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) di Nagari Simawang; Pertama,aspek Strenght (kekuatan) berupa seluruh penduduk Nagari Simawang beragama Islam, populasi penduduk sangat besar, mayoritas masyarakat Nagari Simawang pernah bertransaksi di bank, LKMS memiliki sasaran kepada usaha mikro, kondisi sosial dan keagamaan masyarakat Nagari Simawang yang kondusif. Kedua,aspek Weakness (kelemahan) berupa LKMS belum popular di kalangan masyarakat Nagari Simawang, Sebagian warga Nagari Simawang sulit membayar angsuran pinjaman, dan Sumber Daya Manusia (SDM) masih lemah. Ketiga,aspek Opportunities (Peluang) berupa adanya masyarakat yang membutuhkan modal usaha, belum adanya LKMS di Nagari Simawang, kegiatan ekonomi masyarakat yang beragam, animo masyarakat nagari Simawang yang tinggi terhadap kehadiran LKMS, bunga bank yang fluktuatif, dan adanya dukungan dari pemerintah Nagari Simawang untuk terbentuknya LKMS. Aspek keempat Threats (ancaman) adanya program pemerintah dalam bentuk modal usaha, adanya Rentenir atau tengkulak, adanya lembaga keuangan konvensional.