Abstrak
DEBY TAUFIT HIDAYAT. 13 101 024. “PENGEMBANGAN MODUL AKIDAH AKHLAK BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI AKHLAK PERGAULAN REMAJA KELAS XI MAN 3 PAYAKUMBUH”. Sebanyak 68 halaman. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2018. Masalah yang ditemui di MAN 3 Payakumbuh adalah Akidah Akhlak merupakan pelajaran kurang menarik untuk dipelajari oleh siswa. Bahan ajar yang digunakan berasal dari beberapa penerbit yang biasanya dibeli/dipotocopy dan pada umumnya belum sesuai dengan kebutuhan siswa dan guru. Belum adanya ketersedian modul yang dibuat oleh guru berupa modul akidah akhlak berbasis Problem Based Learning pada materi akhlak pergaulan remaja. Maka dari itu peneliti mengembangkan modul akidah akhlak berbasis Problem Based Learning yang sesuai dengan karakteristik siswa dan kebutuhan siswa sehingga meraka dapat belajar secara mandiri dan lebih menyukai pembelajaran Akidah Akhlak. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development). Model pengembangan 4D .Penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu: pendefinisian (define), perancangan (design), dan pengembangan (development). Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi (modul dan RPP), lembar wawancara dan angket respon. Uji kelayakan dilakukan di MAN 3 Payakumbuh yang dibantu oleh 2 orang dosen dan 1 orang guru sebagai validator, serta melibatkan 16 orang siswa. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif melalui analisis validitas produk, analisis kepraktisan serta wawancara. Berdasarkan hasil penilaian menunjukkan bahwa modul Akidah Akhlak berbasis Problem Based Learning pada materi akhlak pergaulan remaja kelas XI MAN Payakumbuh yang dirancang sangat valid dengan hasil validitas yang diperoleh adalah 88,3%. Kemudian modul Akidah Akhlak berbasis Problem Based Learning pada materi akhlak pergaulan remaja kelas XI MAN Payakumbuh sangat praktis digunakan setelah diuji coba kepraktisannya pada 16 orang siswa kelas XI MAN Payakumbuh , dengan hasil praktikalitas sebesar 95,7%. Simpulan dari penelitian ini bahwa modul Akidah Akhlak berbasis Problem Based Learning yang peneliti kembangkan layak untuk digunakan dalam kegiatan belajar di sekolah.