Abstrak
SUCI NURHIDAYATI, NIM. 13 231 101, judul skripsi “Analisis Metode Altman Z-Score, Springate Score, dan Zmijewski Score untuk Memprediksi Kebangkrutan pada PT. Polychem Indonesia Tbk Periode 2013-2017”. Jurusan Ekonomi Syariah Konsentrasi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam skripsi ini adalah laba atau keuntungan PT. Polychem Indonesia Tbk dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2017 mengalami penurunan, hingga pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2017 PT. Polychem Indonesia Tbk mengalami kerugian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kebangkrutan dan analisis kebangkrutan PT. Polychem Indonesia Tbk periode 2013-2017 dengan metode Altman Z-Score, Springate Score, dan Zmijewski Score. Jenis penelitian yang digunakan adalah Field Research (Penelitian Lapangan) dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan pada PT. Polychem Indonesia Tbk yang penulis akses melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu www.idx.co.id. Sumber data penelitian ini adalah sumber data sekunder yaitu berupa laporan keuangan PT. Polychem Indonesia Tbk periode 2013-2017. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi yaitu mengumpulkan data berupa laporan keuangan PT. Polychem Indonesia Tbk periode 2013-2017. Hasil dari penelitian dengan metode Altman Z-Score tahun 2013-2017 perusahaan selalu berada pada zona berbahaya atau perusahaan berpotensi bangkrut, karena perusahaan berada pada rentang nilai Z < 1,81 sehingga perusahaan berada pada zona berbahaya atau perusahaan berpotensi bangkrut. Kemudian, dengan metode Springate Score tahun 2013-2017 perusahaan juga selalu berada pada zona berbahaya atau perusahaan berpotensi bangkrut, karena perusahaan berada pada rentang nilai S < 0,862 sehingga perusahaan berada pada zona berbahaya atau perusahaan berpotensi bangkrut. Dan dengan metode Zmijewski Score tahun 2013-2017 perusahaan selalu berada pada zona aman atau perusahaan tidak berpotensi bangkrut, karena perusahaan selalu bernilai negatif atau Z < 0 sehingga perusahaan berada pada zona aman atau perusahaan tidak berpotensi bangkrut.