Abstrak
Kemiskinan merupakan persoalan struktural dan kultural yang Multi dimensi,mencakup di dalamnya masalah politik, sosial, ekonomi, aset dan sumberdaya alam, psikologi dan lain-lain.Secara umum masyarakat miskin adalah suatu kondisi masyarakat yang berada dalam situasi rentan, tak berdaya, terisolasi dan tidak mampu untuk menyampaikan aspirasinya. Masalah ini masih banyak dialami oleh kaum perempuan dan menyebabkan mereka tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan minimal kehidupannya secara layak. Di Indonesia saat ini permasalahan kemiskinan tampaknya sudah sangat mendesak untuk ditangani.Secara kasat mata, khususnya di wilayah perdesaan kondisi masyarakat miskin dapat dilihat dari mereka yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar, sumber pendapatan terbatas, tidak memiliki sarana dan prasarana dasar, seperti perumahan yang memadai, kualitas lingkungan yang kumuh dan tidak layak huni. Secara umum kemiskinan tidak semata-mata merupakan kondisi kekurangan pangan dan kekurangan aset produktif saja, tetapi juga ketidaktenangan dan terbatasnya partisipasi mereka dalam kegiatan kemasyarakatan. Karakteristik yang digunakan untuk mengenali seseorang tergolong miskin beragam, namun secara umum yang dapat dijadikan acuan untuk mengidentifikasi kemiskinan perdesaan adalah penguasaan tanah, jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan, kondisi kehidupan sehari- hari dan hubungan dengan anggota masyarakat lainnya. Pelibatan berbagai pihak dalam merumuskan dan melaksanakan upaya penanggulangan kemiskinan dipandang sangat penting, hal ini sejalan dengan semakin berkembangnya pemahaman masyarakat mengenai sifat-sifat kemiskinan yang multidimensional dan ditemukannya berbagai kelemahan pada program penanggulangan kemiskinan yang ada selama ini. Adanya upaya penanggulangan kemiskinan sesungguhnya diharapkan terjadi perubahan yang lebih baik dari kondisi awal sehingga masyarakat mampu membebaskan kehidupannya dari keterbelakangan, keterisolasian, kebodohan, ketidakberdayaan dan kemiskinan, atau lebih dikenal dengan istilah Perangkap Kemiskinan (Chambers: 1983). Kondisi yang lebih baik pada dasarnya mencakup keseluruhan segi kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Oleh karenanya pembangunan yang dilakukan selama ini tidak saja mencakup arti peningkatan taraf hidup secara ekonomis saja gi kehidupan lainnya, baik sosial, ekonomi, budaya dan yang tak kalah pentingnya adalah kelestarian alam.