Abstrak
Peningkatan jumlah penderita PTM dan kematian akibat PTM, serta belum semua petugas puskesmas dilatih dalam pengendalian PTM, dan jumlah kader masih sangat terbatas, sehingga hasil pengendalian penyakit dari Posbindu belum optimal. Berdasarkan masalah tersebut, maka perlu dilakukan pembinaan dan pemberdayaan peran kader dan elemen masyarakat, dalam upaya peningkatkan kemampuan dalam mendeteksi faktor risiko Penyakit Tidak Menular sehingga dapat mencapai indikator keberhasilan pelaksanaan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM)