Abstrak
Adapun pokok permasalahan adalah faktor penyebab rendahnya motivasi siswa menghafal Al-Qur’an dan upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan motivasi siswa menghafal Al-Qur’an di MTs Pondok Pesantren Pertanian Syekh Muhammad Muhsin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor yang menjadi penyebab rendahnya motivasi siswa menghafal Al-Qur’an dan upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan motivasi siswa menghafal Al-Qur’an di MTs Pondok Pesantren Pertanian Syekh Muhammad Muhsin. Adapun kegunaan penelitian ini, untuk siswa memberikan sumbangan pikran agar siswa lebih termotivasi dan meningkatkan kemauan dalam menghafal Al-Qur’an, untuk sekolah Memberikan sumbangan pikiran tentang penyebab rendahnya motivasi siswa dalam menghafal Al-Qur’an, Meningkatkan pemahaman dan penghayatan penulis dalam meningkatkan motivasi siswa dalam menghafal Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan atau field research dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu salah satu metode penelitian yang menghasilkan data-data yang bersifat deskriptif yang berbentuk kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. Sedangkan yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII, VIII yang berjumlah 61 orang dan juga satu orang guru mata pelajaran tahfidz. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa faktor-faktor yang menjadi penyebab rendahya motivasi siswa dalam menghafal Al-Qur’an di MTs Pondok Pesantren Pertanian Syekh Muhammad Muhsin Kecamatan Payung Sekaki Kabupaten Solok diantaranya adalah faktor internal yang berupa bakat, minat dan sikap siswa yang sangat kurang dalam menghafal Al-Qur’an khususnya. Kemudian dilihat dari faktor eksternal yang berupa penghargaan, guru belum memberikan penghargaan kepada siswa, kemudian guru tidak pernah memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mampu menghafal surat yang diperintahkan. Diantara upaya yang telah dilakukan oleh guru, guru belum bisa menciptakan suasana yang menyenangkan dalam menghafal Al-Qur’an dan juga belum menemukan metode yang cocok dalam menghafal Al-Qur’an, kemudian guru tidak memberikan penilaian langsung kepada siswa yang berhasil menghafal Al-Qur’an dan guru juga belum menciptakan persaingan yang sehat antar sesama siswa pada saat pembelajaran tahfidz berlangsung.