Abstrak
Riski Amelia Putri, NIM. 2230301026, Makna Laghw dan Lahw dalam Al-Qur'an Menurut Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di serta Relevansinya terhadap Digital Detox di Era Modern. Skripsi, Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, UIN Mahmud Yunus Batusangkar, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya pemakaian teknologi digital yang menimbulkan beragam aktivitas tidak berguna dan dapat membuat orang mengabaikan tanggung jawabnya, yang selanjutnya mendorong lahirnya konsep digital detox sebagai langkah untuk mempertahankan keseimbangan dalam hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di memahami ayat-ayat tentang laghw dan lahw dalam Al-Qur'an, menganalisis hubungan hal tersebut dengan fenomena digital detox di zaman sekarang, dan menjelaskan bagaimana kedua konsep ini dapat dijadikan dasar bagi penerapan digital detox. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode tafsir tematik. Sumber data utama berasal dari Al-Qur'an dan karya Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di yang berjudul Taisir al-Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan, sedangkan sumber data tambahan meliputi kitab tafsir, buku, jurnal, dan referensi lain yang berkaitan. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan ayat, mengklasifikasikan tema, menganalisis tafsir, serta mengaitkannya dengan fenomena digital yang sedang terjadi saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut as-Sa'di, laghw merujuk pada segala ucapan dan aktivitas yang tidak bermanfaat dan sebaiknya dihindari, sedangkan lahw berarti segala sesuatu yang melalaikan seseorang dari mengingat Allah SWT. dan melaksanakan kewajibannya. Dalam konteks digital, laghw relevan dengan aktivitas digital yang tidak memiliki nilai manfaat, seperti percakapan yang merendahkan, gosip, fitnah, dan ujaran kebencian. Sementara itu, lahw relevan dengan penggunaan media digital secara berlebihan yang menyebabkan seseorang lalai terhadap ibadah dan kewajiban, membuang waktu, serta terlalu terikat pada kesenangan dan pengakuan sosial di dunia digital. Relevansi tersebut terletak pada kesamaan prinsip antara nilai laghw dan lahw dengan tujuan digital detox, yaitu pengendalian diri terhadap penggunaan teknologi, mengurangi aktivitas digital yang tidak bermanfaat, menghindari penggunaan yang melalaikan, serta mengarahkan waktu dan perhatian kepada aktivitas yang lebih bermanfaat. Dengan demikian, makna laghw dan lahw dalam Al-Qur'an menurut As-Sa'di dapat menjadi landasan etis dan spiritual bagi penerapan digital detox, sehingga penggunaan teknologi tidak hanya dibatasi secara kuantitatif, tetapi juga diarahkan agar lebih sadar, seimbang, dan sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur'an.