Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

KONSTRUKSI MAKNA HARAPAN DAN OPTIMISME DALAM SURAH AḌ-ḌUḤĀ: ANALISIS TAFSIR AL-MISHBĀH

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Alqur'an Dan Tafsir•6 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Ifgon Ramadhil Putra, NIM 2130301021. Judul Skripsi: “Konstruksi Makna Harapan dan Optimisme dalam Surah Aḍ-Ḍuḥā: Analisis Tafsir Al-Mishbāh .” Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Skripsi ini membahas konstruksi makna harapan dan optimisme dalam Surah Aḍ-Ḍuḥā berdasarkan Tafsir Al-Mishbāh karya M. Quraish Shihab serta relevansinya terhadap pembentukan ketahanan psikologis dalam kehidupan manusia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya nilai harapan dan optimisme dalam menghadapi krisis kehidupan, serta perlunya kajian tematik yang komprehensif terhadap Surah Aḍ-Ḍuḥā yang tidak hanya dipahami secara parsial, tetapi sebagai satu kesatuan makna yang utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konstruksi makna harapan dan optimisme dalam Surah Aḍ-Ḍuḥā menurut Tafsir Al-Mishbāh serta mengkaji relevansinya terhadap pembentukan ketahanan psikologis manusia. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode tafsir tematik (tafsir maudhu‘i) melalui pendekatan tafsir tematik surah. Data primer penelitian berasal dari Tafsir Al-Mishbāh karya M. Quraish Shihab, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur yang berkaitan dengan harapan, optimisme, dan ketahanan psikologis. Teknik analisis dilakukan dengan menelaah keseluruhan ayat Surah Aḍ-Ḍuḥā (QS. 93:1–11), mengidentifikasi tema-tema yang berkaitan dengan harapan dan optimisme, serta menganalisis hubungan makna antar ayat secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi makna harapan dan optimisme dalam Surah Aḍ-Ḍuḥā dibangun melalui lima tahapan yang saling berkaitan, yaitu kesadaran terhadap dinamika kehidupan (QS. 93:1–2), peneguhan relasi Ilahi (QS. 93:3), orientasi masa depan sebagai pilar optimisme (QS. 93:4–5), refleksi terhadap pengalaman masa lalu sebagai penguat keyakinan (QS. 93:6–8), dan aktualisasi sosial sebagai ekspresi harapan aktif (QS. 93:9–11). Kelima tahapan tersebut membentuk pola Qur’ani pembentukan harapan dan optimisme yang bergerak dari kesadaran, keyakinan, pengalaman, hingga tindakan sosial. Harapan dan optimisme dalam Surah Aḍ-Ḍuḥā tidak bersifat emosional semata, tetapi dibangun melalui integrasi dimensi teologis, psikologis, historis, dan sosial. Relevansinya terhadap ketahanan psikologis terlihat pada kemampuannya membentuk cara pandang yang positif terhadap kesulitan, memperkuat relasi spiritual dengan Allah, menumbuhkan orientasi masa depan yang optimis, meningkatkan kepercayaan diri melalui refleksi pengalaman hidup, serta mendorong kepedulian sosial yang konstruktif. Dengan demikian, Surah Aḍ-Ḍuḥā menawarkan model Qur’ani pembentukan ketahanan psikologis yang berakar pada iman, pengalaman hidup, dan tanggung jawab sosial.

Kata kunci

Konstruksi Makna, Harapan, Optimisme, Surah Aḍ-Ḍuḥā, Tafsir Al-Mishbāh , Ketahanan Psikologis.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1KONSTRUKSI MAKNA HARAPAN DAN OPTIMISME DALAM SURAH AḌ-ḌUḤĀ: ANALISIS TAFSIR AL-MISHBĀH2026 · oai:ais:skripsi:13741