Abstrak
ABSTRAK Asdo Pandre, NIM 2230308004. Judul Skripsi "Komunikasi Sosial Masyarakat dalam Pelaksanakan Tradisi Satu Rumah Satu Nasi di Jorong Nan IX Nagari Salimpaung". Program Studi Jurnalistik Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, 2026. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana komunikasi sosial masyarakat dalam pelaksanaan Tradisi Satu Rumah Satu Nasi di Jorong Nan IX Nagari Salimpaung di tengah perkembangan zaman yang memengaruhi pola interaksi sosial masyarakat. Tradisi ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun sebagai media memperkuat solidaritas, gotong royong, dan kebersamaan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada bentuk interaksionisme simbolik yang terjadi dalam pelaksanaan tradisi serta perubahan sosial yang muncul setelah tradisi tersebut dilaksanakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam komunikasi sosial masyarakat dalam pelaksanaan Tradisi Satu Rumah Satu Nasi di Jorong Nan IX Nagari Salimpaung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi sosial masyarakat dalam pelaksanaan Tradisi Satu Rumah Satu Nasi berlangsung melalui interaksi yang intensif, komunikasi interpersonal, musyawarah, serta penggunaan simbol-simbol sosial yang memperkuat makna kebersamaan. Berdasarkan teori interaksionisme simbolik Herbert Blumer, tradisi ini dimaknai masyarakat sebagai simbol kepedulian, persatuan, tanggung jawab bersama, dan identitas sosial masyarakat Jorong Nan IX. Pelaksanaan tradisi juga memberikan dampak terhadap perubahan sosial berupa meningkatnya solidaritas, partisipasi masyarakat, semangat gotong royong, serta terpeliharanya nilai-nilai budaya lokal di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola kehidupan masyarakat. Meskipun demikian, tantangan berupa berkurangnya keterlibatan sebagian generasi muda dan pengaruh modernisasi menjadi faktor yang perlu diantisipasi agar tradisi tetap lestari dan mampu diwariskan kepada generasi berikutnya. Kata Kunci: Komunikasi Sosial, Bentuk Interaksionisme Simbolik, Tradisi Satu Rumah Satu Nasi, Perubahan Sosial, Masyarakat Jorong IX.