Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan teknik sinematografi dalam film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, menganalisis peran teknik kamera dalam membingkai nilai dramatik berdasarkan perspektif David Bordwell, serta menjelaskan kontribusi kesinambungan teknik kamera terhadap pembentukan makna naratif. Film sebagai media audiovisual tidak hanya menyampaikan cerita melalui dialog dan alur, tetapi juga melalui bahasa visual yang mampu membangun emosi dan pengalaman penonton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data diperoleh melalui observasi berulang terhadap film, dokumentasi berupa tangkapan gambar pada adegan-adegan penting, serta pencatatan unsur-unsur sinematografi yang meliputi ukuran shot, sudut kamera, pergerakan kamera, komposisi visual, dan pencahayaan. Data kemudian dianalisis menggunakan konsep sinematografi David Bordwell untuk melihat hubungan antara teknik kamera dan pembentukan nilai dramatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sinematografi berperan penting dalam membangun intensitas emosi, memperjelas konflik, serta mengarahkan perhatian penonton terhadap peristiwa yang memiliki makna dramatik. Penggunaan variasi shot, sudut kamera, dan pergerakan kamera mampu memperkuat ekspresi tokoh, sedangkan komposisi visual dan pencahayaan menciptakan suasana yang mendukung perkembangan cerita. Kesinambungan teknik kamera antaradegan juga memperkuat koherensi naratif sehingga alur cerita dapat dipahami secara utuh. Dengan demikian, teknik sinematografi tidak hanya berfungsi sebagai unsur estetis, tetapi juga sebagai strategi naratif yang membentuk makna dramatik dan pengalaman emosional penonton. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi kajian sinematografi, khususnya pada film Indonesia.