Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya solidaritas sosial sebagai salah satu nilai budaya masyarakat Minangkabau yang tercermin dalam musyawarah, gotong royong, ta'awun, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut direpresentasikan dalam film Onde Mande sebagai media yang tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga mengonstruksi makna sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi solidaritas sosial masyarakat Minangkabau dalam film Onde Mande serta mengkaji bagaimana makna solidaritas sosial dikonstruksi dalam teks film melalui proses encoding menurut Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Isi Kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap film, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan teori representasi Stuart Hall dengan fokus pada proses encoding serta didukung konsep semiotika Roland Barthes untuk mengidentifikasi makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam adegan serta dialog film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Onde Mande merepresentasikan solidaritas sosial melalui empat bentuk utama, yaitu musyawarah, gotong royong, ta'awun, dan kepedulian sosial. Makna solidaritas sosial dikonstruksi melalui dialog, tindakan tokoh, alur cerita, serta unsur visual dan audio yang mencerminkan nilai budaya Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah. Film Onde Mande tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai media representasi budaya yang memperkuat nilai solidaritas sosial dalam kehidupan masyarakat. Kata Kunci: Representasi, Solidaritas Sosial, Masyarakat Minangkabau, Film Onde Mande, Stuart Hall.