Abstrak
Topik Hidayat Nim 2230307019 “Hilangnya Keterwakilan Perempuan di DPRD Kabupaten Padang Pariaman Periode 2019-2024 dan 2024-2029” Hilangnya keterwakilan perempuan di DPRD Kabupaten Padang Pariaman, yang ditunjukkan dengan tidak terpilihnya satu pun calon legislatif perempuan pada Pemilu 2019 dan 2024. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara kesempatan perempuan untuk mencalonkan diri dalam pemilu dengan kemampuan memperoleh kursi legislatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika keterwakilan perempuan serta mengidentifikasi faktorfaktor yang menjadi penghambat keterpilihan perempuan di DPRD Kabupaten Padang Pariaman pada periode 2019-2024 dan 2024-2029. Penelitian ini menggunakan teori modal Pierre Bourdieu yang meliputi modal ekonomi, modal sosial, dan modal budaya untuk menganalisis sumber daya yang dimiliki calon legislatif perempuan dalam menghadapi persaingan politik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri atas calon legislatif perempuan yang tidak terpilih, pengurus partai politik, tokoh masyarakat, serta pihak KPU Kabupaten Padang Pariaman. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hilangnya keterwakilan perempuan tidak disebabkan oleh satu faktor, tetapi berkaitan dengan ketidakseimbangan kepemilikan dan kemampuan mengonversikan modal ekonomi, sosial, dan budaya dalam arena politik. Modal ekonomi menjadi hambatan yang paling kuat, terutama karena tingginya biaya politik dan praktik politik uang. Selain itu, lemahnya kaderisasi partai, keterbatasan kesiapan politik, belum optimalnya pemanfaatan jaringan sosial, serta faktor budaya dan kepercayaan terhadap perempuan turut menghambat keterpilihan perempuan. Dengan demikian, keberadaan perempuan sebagai calon legislatif belum mampu menjamin terwujudnya keterwakilan perempuan di DPRD Kabupaten Padang Pariaman.