Abstrak
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana validitas dan praktikalitas pengembangan Modul fiqih pada materi Jual Beli kelas X di MAN , disamping itu berkaitan dengan keterbatasan kemampuan guru dan media pembelajaran dalam proses pembelajaran Fiqih disekolah. Guru kurang mampu mengembangkan bahan ajar dan kurangnya bahan ajar yang dapat mendorong keaktifan siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul fiqih berbasis problem solving pada materi jual beli untuk kelas X MAN yang valid dan praktis. Adapun manfaat penelitian pengembangan modul fiqih berbasis problem solving pada materi jual beli untuk kelas X MAN adalah Sebagai bekal pengetahuan dan pengalaman bagi penulis yang nantinya bisa diterapkan disekolah, dan menambah wawasan tentang pengembangan modul fiqih berbasis problem solving pada materi jual beli untuk kelas X MAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) sedangkan metode penelitian yang digunakan Research and Development (R & D) yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu. Adapun model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D yaitu: define, design, develop, dan disseminate. Penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap develop. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi, observasi, angket dan wawancara. Untuk instrument penelitian digunakan lembar validasi, lembar observasi, lembar angket, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan dua cara. Lembar validasi dan angket dianalisis dengan mencari persentase, sedangkan hasil observasi dan wawancara dianalisis dengan teknik deskriptif. Setelah itu ditentukan kualitas dari produk yang dikembangkan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa modul yang telah dihasilkan bersifat sangat valid dengan persentase penilaian sebesar 84,18% melalui uji validitas dengan 3 orang validator. Hasil uji praktikalitas melalui angket respon oleh guru dikategorikan sangat praktis dengan persentase penilaian 96, 05%. Dan angket respon siswa dengan persentase 86,55%.