Abstrak
Saat yang kutunggu-tunggu, pemilihan pemimpin redaksi majalah sekolah. Aku sedikit gugup memikirkan pidato yang akan kusuguhkan begitu mendengar namaku nanti. Kejutan! Waktu berhenti saat kudengar bukan namaku yang disebut, melainkan orang lain. Cewek yang bahkan menurutku nggak pantas kusebut saingan. Pasti ada yang salah! Ini yang harus kudapat setelah membesarkan nama majalah sekolahku selama ini? Nggak hanya itu kemalanganku. Cowok yang selama ini kudukung malah berkhianat dan jadi menyebalkan. Belum lagi usahaku mengejar passion jadi jurnalis yang selalu bertemu pintu kegagalan . Kini aku terlihat sebagai pecundang. Ada yang lebih buruk dari usia 17? [Mizan, Bentang Pustaka, Novel, Romans, Remaja, Indonesia]
Kata kunci
Fiction