Abstrak
Sayyid Maulana Ibrahim, NIM. 2230306078. Judul skripsi "Hubungan Antara Kohesivitas Kelompok dengan Konformitas pada Komunitas Motor Dua Tak (Two-Stroke Engine) di Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat." Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, UIN Mahmud Yunus Batusangkar, 2026, 81 halaman. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena tingginya interaksi sosial dalam komunitas motor dua tak (two-stroke engine) yang dapat membentuk rasa kebersamaan, solidaritas, dan keterikatan antaranggota. Hubungan yang erat antaranggota dapat meningkatkan kohesivitas kelompok sehingga mendorong anggota untuk menyesuaikan sikap, perilaku, maupun keputusan dengan norma yang berlaku dalam komunitas. Perilaku tersebut dikenal sebagai konformitas. Kohesivitas yang tinggi dapat memberikan dampak positif berupa meningkatnya kerja sama dan solidaritas, namun juga dapat memengaruhi anggota untuk mengikuti norma kelompok. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kohesivitas dengan konformitas pada komunitas motor dua tak (two-stroke engine) di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasional. Dalam penelitian ini jumlah populasi sekaligus sampel sebanyak 72 anggota aktif Komunitas Motor 2 Tak Cari Kawan di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa skala kohesivitas berdasarkan teori Forsyth (2010) dan skala konformitas berdasarkan teori Myers (2012). Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan bantuan aplikasi SPSS versi 20 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kohesivitas dengan konformitas pada komunitas motor dua tak (two-stroke engine) di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (r = 0,468; p = 0,000 0,05). Artinya, semakin tinggi kohesivitas yang dimiliki anggota komunitas, maka semakin tinggi pula tingkat konformitas yang ditunjukkan. Sebaliknya, semakin rendah kohesivitas anggota komunitas, maka semakin rendah pula tingkat konformitasnya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat kohesivitas dan konformitas anggota komunitas berada pada kategori sedang. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H₀) ditolak.