Abstrak
Andre, NIM : 2130306005, Judul skripsi: “Hubungan antara Kebersyukuran dengan Kebahagiaan pada Pengusaha Sektor Perdagangan di Nagari Paninggahan”. Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah adanya perbedaan pengalaman kebahagiaan pada pengusaha sektor perdagangan di Nagari Paninggahan. Berdasarkan hasil wawancara, terdapat pengusaha yang merasa bahagia atas pencapaian usahanya, sementara pengusaha lainnya meskipun bersyukur atas apa yang telah dicapai, belum sepenuhnya merasa bahagia karena masih memiliki tujuan yang ingin dicapai. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak hanya berkaitan dengan hasil materi, tetapi juga dengan proses, pencapaian, dan kebersyukuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebersyukuran dengan kebahagiaan pada pengusaha sektor perdagangan di Nagari Paninggahan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 125 orang dengan sampel sebanyak 56 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan menggunakan rumus slovin. Teknik pengumpulan data menggunakan skala Likert melalui instrumen skala kebersyukuran dan skala kebahagiaan. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,029 dengan nilai signifikansi p = 0,831 (p > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H₀) ditolak, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kebersyukuran dengan kebahagiaan pada pengusaha sektor perdagangan di Nagari Paninggahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kebersyukuran dengan kebahagiaan dengan tingkat hubungan berada pada kategori rendah. Artinya, semakin tinggi tingkat kebersyukuran yang dimiliki pengusaha, maka semakin tinggi pula tingkat kebahagiaan yang dirasakan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat kebersyukuran, maka semakin rendah pula tingkat kebahagiaan yang dirasakan. Meskipun demikian, rendahnya kekuatan hubungan menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak hanya dipengaruhi oleh kebersyukuran, tetapi juga oleh berbagai faktor lain, seperti kondisi ekonomi, keberhasilan usaha, dukungan sosial, kesehatan, serta faktor psikologis lainnya.