Abstrak
Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik sehingga remaja cenderung lebih memperhatikan penampilan tubuhnya. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SMAN 1 Sungai Rumbai, ditemukan bahwa beberapa siswa belum sepenuhnya puas terhadap penampilan fisiknya, terutama pada aspek berat badan, tinggi badan, dan kondisi kulit. Siswa juga memandang bahwa penampilan fisik memengaruhi kepercayaan diri serta kesan yang diberikan kepada orang lain. Temuan tersebut menunjukkan adanya kecenderungan body dissatisfaction pada sebagian siswa. Namun, penelitian mengenai hubungan antara self-compassion dengan body dissatisfaction pada siswa SMAN 1 Sungai Rumbai belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel tersebut pada siswa SMAN 1 Sungai Rumbai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 598 siswa dengan sampel sebanyak 86 siswa yang dipilih menggunakan teknik probability sampling melalui random sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala Self-Compassion berdasarkan teori Neff (2003) dan skala Body Dissatisfaction berdasarkan teori Cash dan Pruzinsky (2002). Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self-compassion dengan body dissatisfaction pada siswa SMAN 1 Sungai Rumbai (r = -0,305; p = 0,004 0,01). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-compassion yang dimiliki siswa, semakin rendah body dissatisfaction yang dialami. Berdasarkan analisis deskriptif, tingkat self-compassion dan body dissatisfaction pada siswa SMAN 1 Sungai Rumbai berada pada kategori sedang. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H₀) ditolak.