Abstrak
ABSTRAK Rika Rahmadani, NIM: 2230103067. Judul Skripsi: “Manajemen Kurikulum Ketarbiyahan di PPTI Pariangan”. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya pengelolaan manajemen kurikulum di lembaga pendidikan Islam seperti Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah (PPTI) Pariangan dalam menjaga eksistensi dan mutu pengajaran khas kepesantrenan. Manajemen kurikulum ketarbiyahan memegang peranan strategis sebagai instrumen pengelola yang kooperatif, komprehensif, dan sistemik guna menyeimbangkan beban kurikulum nasional Kementerian Agama dengan pengkajian kitab klasik warisan ulama PERTI. Namun, dalam praktiknya, padatnya struktur kurikulum ganda menimbulkan kompleksitas manajerial dan tantangan adaptif bagi pengelola serta peserta didik, sehingga menuntut kajian mendalam mengenai tata kelola kurikulum dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam manajemen kurikulum ketarbiyahan di PPTI Pariangan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui pengumpulan data secara observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta penjaminan keabsahan data melalui triangulasi teknik, penelitian ini mendeskripsikan tiga aspek utama manajemen kurikulum, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum ketarbiyahan guna membentuk kader ulama yang berakhlak mulia, kompeten, dan berdaya saing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan kurikulum ketarbiyahan dilakukan melalui pemetaan disparitas kemampuan dasar santri, analisis kebutuhan, perumusan tujuan berbasis teologis-sosial yang melibatkan pimpinan, guru, orang tua, dan tokoh masyarakat melalui forum lokakarya, serta penyusunan struktur materi dan alokasi waktu yang sinergis; 2) Pelaksanaan kurikulum ketarbiyahan diterapkan secara terpadu dengan kurikulum nasional, didukung oleh variasi metode pembelajaran warisan serta metode garapan terbaru (Al-Miftah), serta diperkuat dengan kegiatan pengajian malam (halaqah), muhadharah, dan pembiasaan ibadah harian; 3) Evaluasi kurikulum ketarbiyahan dilaksanakan secara komprehensif mencakup ranah kognitif (UTS, UAS, qira'atul kutub), afektif (kedisiplinan dan akhlak harian), dan psikomotorik (praktik ibadah), yang diperkuat dengan supervisi kelas, evaluasi pasca-mengajar, rapat dewan guru, serta forum lokakarya tahunan sebagai tindak lanjut perbaikan mutu secara berkelanjutan.