Abstrak
RAHMAT UDANI, NIM 2230105028, judul SKRIPSI ―ANALISIS MISKONSEPSI DALAM PEMBELAJARAN ALJABAR MENGGUNAKAN FOUR-TIER DIAGNOSTIC TEST SISWA KELAS VII MTsN 1 TANAH DATAR“, Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud yunus Batusangkar, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya miskonsepsi siswa pada materi aljabar. Materi aljabar merupakan salah satu materi dasar dalam pembelajaran matematika yang berperan penting sebagai landasan untuk mempelajari konsep-konsep matematika pada jenjang berikutnya. Namun, dalam proses pembelajaran masih banyak siswa yang mengalami kesalahpahaman konsep, seperti dalam memahami unsur-unsur aljabar, operasi bentuk aljabar, pemangkatan bentuk aljabar, serta menerjemahkan soal cerita ke dalam bentuk aljabar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa pada materi aljabar, mengidentifikasi bentuk-bentuk miskonsepsi yang dialami siswa, serta menganalisis tingkat miskonsepsi siswa berdasarkan four-tier diagnostic test. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di MTsN 1 Tanah Datar dengan subjek penelitian sebanyak 22 siswa kelas VII. 2. Instrumen yang digunakan terdiri atas four-tier diagnostic test dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tes diagnostik dan wawancara mendalam terhadap beberapa siswa yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik dengan membandingkan hasil tes dan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas VII.2 MTsN 1 Tanah Datar masih mengalami miskonsepsi pada materi aljabar. Miskonsepsi yang ditemukan meliputi miskonsepsi notasi, generalisasi, spesialisasi, dan bahasa, dengan miskonsepsi generalisasi sebagai bentuk yang paling dominan. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa tingkatan miskonsepsi yang paling dominan adalah minor misconception yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki pemahaman konsep terhadap materi aljabar, namun belum spenuhnya utuh. Selain itu, penggunaan four-tier diagnostic test mampu mengidentifikasi tingkat pemahaman dan miskonsepsi siswa secara lebih mendalam melalui analisis jawaban, alasan, dan tingkat keyakinan siswa, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai pemahaman konseptual siswa pada materi aljabar.