Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Eksistensi Tradisi Maipaan Kampuang dalam proses pernikahan di Nagari Aia dingin Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyyah)•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih bertahannya tradisi Maipaan kampuang dalam proses pernikahan masyarakat Di Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Tradisi ini merupakan salah satu bentuk adat Minangkabau yang dilaksanakan sebelum pernikahan sebagai media pemberitahuan, permohonan izin, dan restu kepada niniak mamak serta tokoh adat setempat. Meskipun tradisi tersebut masih dijalankan, dalam praktiknya ditemukan ditahun 2025, 2024, dan 2023 terdapat 17 orang pasangan yang tidak melaksanakannya karena berbagai alasan sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik pelaksanaan tradisi Maipaan kampuang dalam perkawinan masyarakat di Nagari Aia Dingin serta menganalisis pandangan niniak mamak terhadap pelaksanaan tradisi tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap tokoh adat serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi Maipaan kampuang. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Maipaan kampuang di Nagari Aia Dingin masih dipertahankan sebagai bagian dari adat perkawinan yang bertujuan memperkuat musyawarah, hubungan kekeluargaan, dan pengakuan sosial terhadap perkawinan. Sebelum pelaksanaannya terdapat tahapan Rapek Kaki Bungka dan Mamanggia Urang Sumando, sedangkan pelaksanaan praktik Maipaan kampuang meliputi menanyakan kesiapan calon mempelai, memastikan tidak adanya hubungan sepersusuan dan kekerabatan adat, serta pemberian izin oleh mamak. Namun, sebagian masyarakat tidak lagi melaksanakan tradisi ini karena keterbatasan ekonomi, kesibukan, menurunnya kesadaran adat, dan pengaruh perkembangan zaman. Keberadaan tradisi Maipaan Kampuang dalam proses pernikahan di Nagari Aia Dingin masih eksis dan memiliki kedudukan penting dalam struktur adat setempat. Tradisi ini berfungsi sebagai sarana menjaga hubungan kekerabatan, mempererat silaturahmi, serta memastikan perkawinan sesuai dengan ketentuan adat dan syariat Islam. Dalam perspektif hukum Islam, Maipaan Kampuang termasuk al-'urf ash-shahih, yaitu kebiasaan masyarakat yang tidak bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah serta mengandung nilai kemaslahatan.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Eksistensi Tradisi Maipaan Kampuang dalam proses pernikahan di Nagari Aia dingin Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok2026 · oai:ais:skripsi:13182