Abstrak
Permasalahan dalam penelitian ini adalah terdapatnya beberapa data keuangan lembaga perbankan syariah di Malaysia dan Indonesia pada periode 2018-2024 yang tidak sejalan dengan teori. Ketika terjadi fluktuasi ekonomi pembiayaan bermasalah dan profitabilitas lembaga perbankan syariah di Malaysia dan Indonesia tetap stabil. Hal ini diduga karena terdapatnya peran intellectual capital yang menjadikan lembaga perbankan syariah di Malaysia dan Indonesia lebih tangguh menghadapi fluktuasi ekonomi. Tetapi beberapa penelitian terdahulu menyatakan bahwa Intellectual Capital Tidak berperan signifikan terhadap kinerja keuangan perbankan. Oleh karena itu penelitian ini akan menganalisis pengaruh fluktuasi ekonomi dengan Gross Domestic Product (GDP) dan Inflasi sebagai variabel independen terhadap Risk Taking Behavior dan Profitabilitas yang direpresentasikan oleh Non Peforming Financing (NPF) dan Return On Asset (ROA) sebagai variabel dependen serta Intellectual Capital yang diukur dengan Value Added Intellectual Capital (VAIC) sebagai variabel moderasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Objek dalam penelitian ini adalah Lembaga Perbankan Syariah di Negara Malaysia dan Indonesia pada periode 2018-2024. Penelitian ini menggunakan analisis model regresi data panel dan Moderated Regresion Analysis (MRA) melalui aplikasi eviews 13 sebagai teknik analisis data untuk mengetahui pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menemukan bahwa GDP memiliki pengaruh yang signifikan terhadap NPF dan ROA pada perbankan syariah di Malaysia, tetapi pada lembaga perbankan syariah di Indonesia tidak ditemukan pengaruh yang signifikan. Sedangkan untuk Inflasi ditemukan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap NPF dan ROA baik pada lembaga perbankan syariah di Malaysia maupun di Indonesia. Sementara itu untuk variabel intellectual capital pada objek penelitian di Indonesia tidak mampu memoderasi pengaruh GDP terhadap ROA dan NPF, tetapi memiliki pengaruh moderasi dalam hubungan inflasi terhadap NPF. Sementara itu pada objek penelitian di Malaysia intellectual capital memiliki pengaruh moderasi dalam hubungan GDP dan Inflasi terhadap NPF tetapi tidak ditemukan pengaruh moderasi dalam hubungan GDP dan Inflasi terhadap ROA.