Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bahan ajar muatan lokal Budaya Alam Minangkabau di Sekolah Dasar, yang cenderung tekstual, belum kontekstual dengan kehidupan nyata peserta didik, serta belum mengintegrasikan nilai-nilai keislaman secara organik.Buku ajar yang tersedia saat ini bagi generasi Alpha umumnya masih bersifat konvensional-deskriptif, parsial, serta belum mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan filosofi Adat Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis dan mendeskripsikan, (2) mengembangkan dan menguji kelayakan buku ajar BAM yang mengintegrasikan nilai keislaman berbasis pendekatan pembelajaran mendalam. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah peserta didik SDN 11 Koto Sani kelas III yang terdiri dari 12 orang laki-laki dan 9 orang perempuan. Data dikumpulkan melalui instrumen validasi, angket kepraktisan, observasi, serta tes hasil belajar kognitif. Kualitas buku ajar diuji melalui validasi ahli materi, bahasa, media, desain, serta praktisi pendidikan dan adat Minangkabau. Tahap implementasi dilakukan melalui uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan di sekolah dasar, di mana evaluasi formatif diterapkan secara iteratif pada setiap tahapan untuk menguji validitas, kepraktisan, dan keefektifan produk. Hasil penelitian menunjukkan (1) analisis kebutuhan guru dan siswa tergolong kategori "Sangat Butuh" terhadap buku ajar holistik; (2) tingkat validitas produk berkategori "Sangat Layak" berdasarkan skor Aiken’s V sebesar 0,90 dari para ahli. (3) Tingkat kepraktisan berdasarkan uji coba lapangan berada pada kategori "Sangat Praktis" hingga "Praktis" bagi guru dan siswa, (4) produk terbukti efektif meningkatkan hasil belajar kognitif secara signifikan, ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata skor dari 53,33 pada tes awal menjadi 82,38 pada tes akhir dengan N-Gain sebesar 0,62 pada kategori sedang. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa sintaks Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning dalam deep learning mampu menggeser paradigma pembelajaran muatan lokal menjadi lebih interaktif dan reflektif. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam menyediakan model bahan ajar muatan lokal yang transformatif, relevan bagi generasi Alpha, serta tetap berakar kuat pada nilai-nilai luhur agama dan budaya