Abstrak
Miftahul Zikri Sy, NIM 242041013. Judul Tesis: “Analisis Strategi Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (Kdmp) Syariah Kabupaten Tanah Datar Dengan Pendekatan SWOT”. Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Masalah penelitian ini adalah banyaknya kendala dan tantangan dalam pengembangan KDMP Syariah di Kabupaten Tanah Datar. Dari 75 unit KDMP yang terbentuk, 35 unit (46,7%) merupakan KDMP Syariah, namun hanya sebagian kecil yang telah melaksanakan RAT dan menjalankan unit usaha secara aktif. Kesenjangan antara aspek administratif dan operasional tersebut diperparah oleh ketidakpastian regulasi, ketidakjelasan pembagian peran antara pengurus, manajer, dan Agrinas, serta keterbatasan permodalan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman serta merumuskan strategi pengembangan KDMP Syariah di Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method) dengan mengombinasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif untuk menggali kondisi internal dan eksternal KDMP Syariah melalui wawancara, observasi, sedangkan pendekatan kuantitatif memberikan bobot dan rating terhadap faktor-faktor SWOT serta menghitung skor matriks IFAS dan EFAS. Data penelitian diperoleh dari Fungsional Dinas Koperasi Kabupaten Tanah Datar dan pengurus tujuh KDMP Syariah. Hasil kedua pendekatan tersebut diintegrasikan untuk menentukan posisi strategis dan merumuskan strategi pengembangan KDMP Syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total skor kekuatan sebesar 131 dan kelemahan sebesar 264, sehingga posisi internal berada pada -133. Sementara itu, skor peluang sebesar 137 dan ancaman sebesar 116, sehingga posisi eksternal berada pada +21. Secara agregat, KDMP Syariah Kabupaten Tanah Datar berada pada Kuadran III (Turn Around), sehingga strategi diprioritaskan pada perbaikan kelemahan internal, terutama permodalan, struktur organisasi, SOP, dan manajemen pasokan. Secara individual, empat KDMP, yaitu Nagari III Koto, Padang Magek, Tanjung, dan Sungayang, berada pada Kuadran I, sedangkan Sungai Patai, Simpuruik, dan Kumango berada pada Kuadran III. Strategi pengembangan diarahkan pada penguatan kelembagaan, optimalisasi unit usaha, pengembangan kemitraan dan UMKM, digitalisasi layanan, serta penegasan pembagian peran dan kewenangan antara pengurus, manajer, dan Agrinas.