Abstrak
Permasalahan dalam penelitian ini berangkat dari belum optimalnya kinerja pegawai di Institut Teknologi dan Kesehatan Sumatera Utara (ITKESU) Padangsidimpuan yang ditunjukkan oleh belum meratanya penerapan inovasi dalam pelaksanaan pekerjaan, perbedaan persepsi terhadap sistem kompensasi, serta tingkat motivasi kerja pegawai yang bervariasi. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan dengan teori yang menyatakan bahwa kepemimpinan Islami, inovasi, kompensasi, dan motivasi kerja merupakan faktor-faktor yang dapat meningkatkan kinerja pegawai. Di sisi lain, hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh kepemimpinan Islami, inovasi, dan kompensasi terhadap kinerja pegawai masih menunjukkan temuan yang belum konsisten, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut dengan memasukkan motivasi kerja sebagai variabel moderasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan Islami, inovasi, dan kompensasi terhadap kinerja pegawai serta menguji peran motivasi kerja dalam memoderasi hubungan tersebut pada pegawai Institut Teknologi dan Kesehatan Sumatera Utara (ITKESU) Padangsidimpuan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 100 pegawai ITKESU Padangsidimpuan yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh (saturated sampling), sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan aplikasi SmartPLS melalui pengujian outer model, inner model, dan pengujian hipotesis untuk menganalisis pengaruh langsung serta efek moderasi antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai serta motivasi kerja. Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Sebaliknya, kepemimpinan Islami dan kompensasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai maupun motivasi kerja. Pada pengujian efek moderasi, motivasi kerja mampu memoderasi secara signifikan pengaruh inovasi terhadap kinerja pegawai, namun tidak mampu memoderasi pengaruh kepemimpinan Islami maupun kompensasi terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan inovasi yang didukung oleh motivasi kerja yang tinggi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja pegawai di ITKESU.