Abstrak
ABSTRAK Dean Ferdinandesz, NIM 242051002, Judul Tesis “KINERJA GURU BK DITINJAU DARI KOMPETENSI KEPRIBADIAN DI UPTD SMP NEGERI 1 KECAMATAN GUGUAK”. Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Pasca Sarjana, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kompetensi kepribadian guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menunjang pelaksanaan tugas profesional dan meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Kompetensi kepribadian yang baik akan tercermin melalui sikap yang mantap, dewasa, arif, berwibawa, serta mampu menjadi teladan bagi peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja guru BK ditinjau dari kompetensi kepribadian berdasarkan teori Carl Rogers yang meliputi aspek keaslian (genuineness), penerimaan positif tanpa syarat (unconditional positive regard), dan empati (empathy) dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut layanan bimbingan dan konseling di UPTD SMP Negeri 1 Kecamatan Guguak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Informan penelitian ditentukan secara purposive berdasarkan pertimbangan bahwa informan memiliki pengetahuan, pengalaman, dan keterlibatan langsung dengan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling,yang terdiri atas 3 orang guru BK sebagai informan utama, 1 orang kepala sekolah, 1 orang guru senior/wakil kepala sekolah, dan 5 orang peserta didik sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member check, dan audit trail, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru BK ditinjau dari kompetensi kepribadian telah terlaksana dengan baik. Pada aspek keaslian (genuineness), guru BK menunjukkan sikap terbuka, jujur, konsisten, dan autentik dalam merencanakan serta melaksanakan layanan. Pada aspek penerimaan positif tanpa syarat (unconditional positive regard), guru BK menerima seluruh peserta didik tanpa membeda-bedakan latar belakang maupun permasalahan yang dihadapi, sehingga tercipta hubungan konseling yang aman dan penuh kepercayaan. Sementara itu, pada aspek empati (empathy), guru BK mampu memahami perasaan, kebutuhan, dan kondisi peserta didik, memberikan respons yang tepat, serta melakukan evaluasi dan tindak lanjut secara berkesinambungan. Ketiga aspek kompetensi kepribadian tersebut mendukung peningkatan kualitas kinerja guru BK dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling yang profesional, humanis, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik.