Abstrak
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan Model TBD (Tanggung Jawab tanpa Diminta, Bekerja tanpa Diperintah, Disiplin tanpa Diawasi) berbasis nilai-nilai Islam untuk meningkatkan kinerja petugas pemasyarakatan; 2) mengetahui tingkat validitas dan praktikalitas Model TBD berbasis nilai-nilai Islam dalam meningkatkan kinerja petugas pemasyarakatan; dan 3) mengetahui efektivitas Model TBD berbasis nilai-nilai Islam dalam meningkatkan kinerja petugas pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru. Penelitian Model TBD ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan desain ADDIE yang meliputi lima tahap, yaitu: 1) Analysis (analisis kebutuhan melalui studi dokumentasi, pra-survei, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion), 2) Design (perancangan blueprint model berbasis nilai Islam), 3) Development (pengembangan prototype model beserta modul, instrumen, dan platform digital), 4) Implementation (uji coba terbatas pada petugas pemasyarakatan), dan 5) Evaluation (evaluasi validitas, praktikalitas, dan efektivitas model). Analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif, uji validitas oleh pakar, uji praktikalitas oleh pengguna, serta uji efektivitas menggunakan perbandingan hasil pre-test dan post-test yang dianalisis melalui uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Model TBD berbasis nilai-nilai Islam berhasil dikembangkan dengan karakteristik integratif yang menggabungkan pondasi nilai Islam, yaitu taqwa, muraqabah, ikhlas, itqan, mas’uliyah, dan amanah, mekanisme intervensi terstruktur, serta indikator keberhasilan yang terukur dalam kerangka Input-Process-Output; 2) Model TBD yang dikembangkan berada pada kategori sangat valid dan praktis berdasarkan penilaian pakar dan pengguna, ditinjau dari kesesuaian landasan teoretis, relevansi nilai Islam dengan konteks kerja pemasyarakatan, kejelasan mekanisme implementasi, kelengkapan instrumen evaluasi, dan kemudahan penerapan di lapangan; dan 3) Model TBD terbukti efektif meningkatkan kinerja petugas pemasyarakatan, khususnya pada aspek tanggung jawab pribadi, inisiatif kerja, dan disiplin mandiri, yang ditunjukkan oleh adanya peningkatan signifikan antara hasil pre-test dan post-test setelah implementasi model.