Abstrak
Iga Ayu Fanesha, NIM 2230304018. Judul skripsi: perilaku pencarian informasi oleh mahasiswa program studi ilmu perpustakaan dan informasi Islam di universitas Islam negeri Mahmud Yunus batusangkar menggunakan model Ellis. Program studi ilmu perpustakaan dan informasi Islam, fakultas Ushuluddin adab dan dakwah, universitas Islam negeri mahmuddinus batusangkar, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan gawai sebagai sarana utama mahasiswa dalam mencari informasi akademik. Mahasiswa tidak hanya memanfaatkan teknologi untuk menemukan informasi tetapi juga melalui berbagai tahapan pencarian yang sistematis sebagaimana dijelaskan dalam model ellis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan perilaku pencarian informasi mahasiswa mulai dari starting hingga ending serta mengetahui hambatan yang dihadapi mahasiswa pada setiap tahapan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini terdiri dari enam mahasiswa program studi ilmu perpustakaan dan informasi Islam angkatan 2023-2025 yang aktif menggunakan gawai dalam pencarian informasi akademik serta satu orang pustakawan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model miles dan huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pencari informasi mahasiswa berlangsung melalui 8 tahapan model Ellis yaitu starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring, extracting, verifying dan ending. Mahasiswa memulai pencarian ketika menerima tugas akademik, menentukan topik dan kata kunci, menelusuri referensi dari sumber yang ditemukan, melakukan penelusuran lebih luas melalui berbagai platform digital, menyaring sumber berdasarkan relevansi dan kredibilitas, mengambil informasi penting, memverifikasi keakuratan informasi melalui perbandingan beberapa sumber dan mengakhiri pencarian ketika kebutuhan informasi telah terpenuhi. Hambatan yang ditemukan sistem bukan meliputi keterbatasan jaringan internet, kesalahan sistem pada platform digital, kesulitan memfilter informasi yang relevan, serta keterbatasan akses terhadap sumber ilmiah berbayar.