Abstrak
Rio Pangestu NIM: 2130101118, Judul "Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Materi Huruf Hijaiyah untuk Anak Tunarungu di SLB Kemala Bhayangkari Lintau". Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, 2026 M / 1448 H. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya pemahaman siswa tunarungu terhadap huruf hijaiyah, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran PAI pada materi huruf hijaiyah bagi siswa tunarungu di SLB Kemala Bhayangkari Lintau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian adalah guru PAI, kepala sekolah, dan siswa tunarungu di SLB Kemala Bhayangkari Lintau. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diperoleh melalui teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Perencanaan pembelajaran PAI diawali dengan asesmen diagnostik untuk memetakan kemampuan kognitif dan tingkat pendengaran siswa, penyusunan profil kekhususan, serta penyesuaian Capaian Pembelajaran (CP) menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Perencanaan ini dituangkan dalam modul ajar adaptif berbasis media visual-multisensori (seperti flashcard berwarna cerah) dan rubrik penilaian rinci. Pelaksanaan pembelajaran PAI menerapkan pendekatan Komunikasi Total (Total Communication) memadukan bahasa isyarat (SIBI/BISINDO), pembacaan gerak bibir (lip-reading), serta teknik taktil-vibrasi (getaran pita suara) dan simbol kinestetik untuk harakat. Proses belajar didukung formasi duduk U-shape, media interaktif (matching game), pemberian penguatan positif (reward visual), serta sinergi bersama orang tua melalui panduan video pembelajaran. Evaluasi pembelajaran PAI dilaksanakan secara holistik melalui asesmen autentik yang mencakup tes menjodohkan visual, tes menulis (kitabah), tes isyarat jari (finger spelling), penilaian artikulasi makhraj secara mekanismotorik, gerak kinestetik harakat, penilaian pembiasaan akhlak, serta tindak lanjut berupa pengayaan dan laporan video dari rumah. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan komunikasi dan variasi motivasi belajar siswa, namun dukungan kepala sekolah melalui penyediaan sarana visual, alokasi waktu remedial/penguatan, dan kemitraan orang tua mampu mengoptimalkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran huruf hijaiyah bagi anak tunarungu tidak hanya berfungsi sebagai keterampilan teknis membaca Al-Qur'an, tetapi juga sebagai sarana pembentukan identitas religius dan penguatan rasa percaya diri siswa.