Abstrak
NADATUL HASANAH, NIM. 2230101089, judul skripsi "Kedisiplinan Santri dalam Proses Pembelajaran pada Mata Pelajaran Tafsir di Kelas V Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Kab. Padang Pariaman", Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya santri yang belum menunjukkan kedisiplinan secara optimal dalam pembelajaran Tafsir, terutama terkait ketepatan waktu memasuki kelas, kesiapan mengikuti pembelajaran, serta perhatian selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kedisiplinan santri, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta upaya guru Tafsir dalam menanamkan, membimbing, dan memperkuat kedisiplinan santri. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru Tafsir, dan santri kelas V. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kedisiplinan santri dalam pembelajaran Tafsir mencakup disiplin waktu dan disiplin perbuatan. Disiplin waktu terlihat dari kebiasaan hadir sesuai jadwal, tidak meninggalkan pembelajaran tanpa alasan yang tepat, dan menyelesaikan tugas sesuai waktu yang ditetapkan, sedangkan disiplin perbuatan terlihat dari kepatuhan terhadap aturan, kesungguhan dalam belajar, serta perilaku yang baik selama pembelajaran. Secara umum kedisiplinan santri telah berjalan dengan baik, meskipun masih ditemukan beberapa santri yang sesekali terlambat dan mengalami penurunan konsentrasi; (2) faktor yang memengaruhi kedisiplinan santri terdiri atas faktor internal, yaitu pembawaan, kesadaran, serta minat dan motivasi, dan faktor eksternal, yaitu kondisi moral atau dorongan dari lingkungan sekitar, pengelolaan waktu yang kurang baik, guru, dan teman sebaya; (3) upaya guru Tafsir dalam meningkatkan kedisiplinan dilakukan melalui keteladanan dan pembiasaan, arahan, pengawasan, bimbingan dan teguran, penghargaan, sanksi, serta evaluasi dan tindak lanjut, yang secara umum menunjukkan perkembangan kedisiplinan santri meskipun masih memerlukan pembinaan secara berkelanjutan.