Abstrak
Aysyah, Nim 2230403022, dengan judul skripsi Analisis Harga Pokok Produksi Untuk Penentuan Harga Jual Dengan Menggunakan Metode Full Costing (Studi Kasus Pada Usaha Rakik Maco Uni Yet)”. Skripsi Program studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisinis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar,2026. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Usaha Rakik Maco Uni Yet belum melakukan perhitungan harga pokok produksi secara sistematis dalam menentukan harga jual produk. Penetapan harga jual selama ini hanya berdasarkan harga pasar dan perkiraan modal secara sederhana, sehingga dikhawatirkan tidak mencerminkan biaya produksi yang sesungguhnya dan dapat memengaruhi tingkat keuntungan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi dan menentukan harga jual produk Rakik Maco menggunakan metode full costing. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menghitung harga pokok produksi menggunakan metode full costing yang memperhitungkan seluruh unsur biaya produksi, yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, kemudian digunakan sebagai dasar dalam penentuan harga jual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan harga pokok produksi (HPP) untuk produk Rakik Maco Uni Yet menggunakan metode full costing adalah sebesar Rp4.659 per bungkus. Nilai tersebut diperoleh dari pembagian total biaya produksi untuk satu kali proses produksi sebesar Rp629.016 dengan total output sebanyak 135 bungkus. Total biaya produksi tersebut terdiri dari biaya bahan baku langsung sebesar Rp366.577, biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp150.000, dan biaya overhead pabrik (termasuk penyusutan aset peralatan dan bangunan secara sistematis) sebesar Rp112.439. Dengan diketahuinya HPP yang akurat sebesar Rp4.659 per bungkus, pemilik usaha dapat menetapkan harga jual yang lebih tepat dengan menambahkan biaya non-produksi (seperti biaya transportasi pengantaran sebesar Rp30.000 per produksi) beserta margin laba yang diharapkan guna meminimalkan risiko kerugian dan mengoptimalkan keuntungan usaha.