Abstrak
Penelitian ini disusun oleh Roza Permata Sari, NIM. 2230401101 dengan judul: “Pengaruh DPK, NPF, dan CAR Terhadap Volatilitas FDR Pada Bank Umum Syariah Indonesia Periode 2021-2025”. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fluktuasi Financing to Deposit Ratio (FDR) pada Bank Umum Syariah di Indonesia yang mencerminkan tingkat stabilitas likuiditas bank. Volatilitas FDR yang tinggi dapat menunjukkan adanya ketidakstabilan dalam fungsi intermediasi perbankan syariah sehingga diperlukan analisis terhadap faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Non Performing Financing (NPF), dan Capital Adequacy Ratio (CAR) baik secara parsial maupun simultan terhadap volatilitas FDR pada Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2021–2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Populasi penelitian terdiri atas 14 Bank Umum Syariah di Indonesia, sedangkan sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 8 Bank Umum Syariah yang memenuhi kriteria penelitian. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan masing-masing bank selama periode 2021–2025. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan aplikasi EViews 13 melalui tahapan analisis statistik deskriptif, pemilihan model regresi, uji asumsi klasik, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Non Performing Financing (NPF) tidak berpengaruh signifikan terhadap volatilitas Financing to Deposit Ratio (FDR), sedangkan Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap volatilitas FDR pada taraf signifikansi 10%. Secara simultan, DPK, NPF, dan CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap volatilitas FDR pada Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2021–2025, dengan kemampuan model dalam menjelaskan variasi volatilitas FDR yang tergolong rendah. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa di antara ketiga variabel, kecukupan modal (CAR) memiliki kecenderungan pengaruh paling kuat terhadap volatilitas FDR, sementara sebagian besar variasi volatilitas FDR dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini.