Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Stigma masyarakat terhadap janda dalam perspektif hukum keluarga islam: studi kasus jorong bandarmas nagari cubadak kecamatan dua koto kabupaten pasaman

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyyah)•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Helmi Damayani NIM 2230201022, judul Skripsi: Stigma Masyarakat Terhadap Janda Dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam: Studi Kasus Jorong Bandarmas, Nagari Cubadak, Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman. Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al- Syakhshiyyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2026. Praktik stigma masyarakat terhadap janda di Jorong Bandarmas, Nagari Cubadak, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman masih ditandai dengan pelabelan negatif, stereotip, pengucilan sosial, dan perlakuan diskriminatif. Kondisi tersebut menunjukkan ketidaksesuaian antara realitas sosial masyarakat dengan prinsip-prinsip hukum keluarga Islam yang menjunjung tinggi perlindungan terhadap hak dan martabat perempuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk stigma masyarakat terhadap janda, dampaknya terhadap kehidupan sosial ekonomi janda, serta praktik stigma tersebut dalam perspektif hukum keluarga Islam melalui pendekatan maqashid al-syari'ah. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di Jorong Bandarmas, Nagari Cubadak, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman. Sumber data terdiri dari data primer yaitu para janda dan ninik mamak di Jorong Bandarmas, serta data sekunder yang berasal dari jurnal dan dokumen terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan adata diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma masyarakat terhadap janda muncul dalam bentuk labelling, stereotip, dan separation. Janda sering dipandang sebagai ancaman bagi rumah tangga orang lain, perempuan yang tidak mampu menjaga moral, serta menjadi objek gosip atau ghibah yang dalam Minangkabau disebut dengan istilah“maota”. Stigma tersebut berdampak pada aspek sosial ekonomi seperti pengucilan sosial, hambatan bekerja, terganggunya hubungan sosial, dan kesulitan membangun rumah tangga kembali. Meskipun demikian, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa stigma tersebut tidak dialami oleh seluruh janda. Beberapa janda justru memperoleh penilaian positif dari masyarakat karena dinilai mampu menjaga perilaku, bekerja keras, serta berhasil membesarkan dan menyekolahkan anak-anaknya. Dalam perspektif hukum keluarga Islam, praktik stigma terhadap janda bertentangan dengan maqashid al-syari’ah, khususnya prinsip hifz al-ird (menjaga kehormatan), hifz al-nafs (menjaga jiwa), hifz al-nasl (menjaga keturunan), dan hifz al-mal (menjaga harta). Islam mengajarkan untuk menjaga kehormatan sesama, menjauhi prasangka, fitnah, dan ghibah, serta memberikan perlindungan dan perhormatan terhadap janda sebagai bagian dari kelompok yang harus dimuliakan. Kata Kunci: stigma masyarakat, janda, hukum keluarga Islam, maqashid al-syari’ah.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Stigma masyarakat terhadap janda dalam perspektif hukum keluarga islam: studi kasus jorong bandarmas nagari cubadak kecamatan dua koto kabupaten pasaman2026 · oai:ais:skripsi:12912