Abstrak
Perkembangan teknologi digital membawa perubahan signifikan terhadap cara masyarakat Muslim berinteraksi dengan Al-Qur’an. Fenomena ini melahirkan praktik baru dalam pembelajaran Al-Qur’an yang dikenal sebagai tadabbur digital, yaitu proses perenungan dan penghayatan makna ayat-ayat Al-Qur’an melalui media daring. Salah satu bentuknya adalah program Get The Miracle yang dikembangkan oleh PPA Institute. Program ini memadukan konsep tilawah, tafsir, dan tadabbur dengan pendekatan yang interaktif, reflektif, serta disajikan sesuai gaya hidup modern untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai Qur’ani di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode dan corak penafsiran Q.S. AlBaqarah ayat 60 yang digunakan dalam program Get The Miracle, serta menelaah pendekatan tadabbur digital yang diterapkan dalam penyampaiannya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui dokumentasi, observasi konten digital, dan wawancara dengan narasumber dari PPA Institute. Analisis dilakukan dengan menelaah kesesuaian antara tafsir klasik yang dijadikan dasar dengan bentuk tadabbur yang disajikan secara digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tafsir yang digunakan adalah tafsir tematik (maudhū‘ī) dengan corak adabī ijtimā‘ī dan sufistik. Program ini menekankan makna reflektif dan integratif dari ayat, dengan Q.S. Al-Baqarah ayat 60 dimaknai sebagai pola pertolongan Allah yang menumbuhkan nilai spiritualitas, ketulusan, fokus, usaha, dan pemantasan diri. Dengan demikian, tadabbur digital terbukti menjadi media efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai Al-Qur’an secara kontekstual di era modern.