Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Makna dan Implikasi Konsep Khalifah Fil Ardh dalam Buku Tafsir Ayat-ayat Ekologi: Membangun Kesadaran Ekoteologis Berbasis Al-Qur`an dalam Upaya Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan di Era Krisis Air Bersih

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Alqur'an Dan Tafsir•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Athiyah Mardatillah, NIM 2230301004, Judul Skripsi “Makna dan Implikasi konsep khalīfah fīl arḍh dalam buku Tafsir Ayat-ayat Ekologi: Membangun Kesadaran Ekoteologis Berbasis Al-Qur`an dalam upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan di era krisis air bersih.” Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana makna dan Implikasi konsep khalifah fil ardh dalam buku “Tafsir Ayat-ayat Ekologi: Membangun Kesadaran Ekoteologis Berbasis Al-Qur`an.” Dapat menjadi upaya untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan yang semakin kurang di era kontemporer ini terkhusus pada permasalahan krisis air yang marak terjadi. Adapun fokus penelitian ini meliputi: (1) makna konsep khalifah fil ardh sebagaimana ditafsirkan dalam Tafsir Ayat-Ayat Ekologi: Membangun Kesadaran Ekoteologis Berbasis Al-Qur`an (2) implikasi konsep khalifah fil ardh dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan, dan (3) relevansi penafsiran konsep khalifah fil ardh terhadap kesadaran krisis air bersih di era kontemporer. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan (library research). Sumber data utama dalam penelitian ini adalah buku “Tafsir Ayat-ayat Ekologi: Membangun Kesadaran Ekoteologis Berbasis Al-Qur`an”. Adapun sumber data sekunder meliputi kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer, buku-buku ilmiah, serta artikel jurnal yang relevan dengan konsep khalifah fil ardh, ekoteologi, dan isu lingkungan, khususnya krisis air bersih. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan tafsir tematik (maudhū‘i). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) konsep khalifah fil ardh dalam buku “Tafsir Ayat-ayat Ekologi: Membangun Kesadaran Ekoteologis Berbasis Al-Qur`an”. dimaknai sebagai amanah ilahiah yang bersifat moral, kolektif, dan temporal, bukan sebagai legitimasi kekuasaan absolut manusia atas alam. Kekhalifahan mengandung tanggung jawab untuk memelihara bumi (ta‘mīr al-arḍh) secara adil, bijaksana, dan berkelanjutan; (2) implikasi konsep khalifah fil ardh dalam buku ini melahirkan kesadaran ekoteologis yang menempatkan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah, yang diwujudkan melalui etika moderasi, keadilan ekologis, dan sikap preventif terhadap kerusakan lingkungan; (3) penafsiran konsep khalifah fil ardh memiliki relevansi yang kuat terhadap kesadaran krisis air bersih, di mana air dipahami sebagai amanah dan sumber kehidupan yang harus dikelola secara berkeadilan, berkelanjutan, serta bertanggung jawab secara teologis dan sosial, sehingga apabila terjadi krisis air maka hal tersebut merupakan kegagalan manusia dalam perannya sebagai khalifah fil ardh. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa konsep khalifah fil ardh dalam buku “Tafsir Ayat-ayat Ekologi: Membangun Kesadaran Ekoteologis Berbasis Al-Qur`an” memberikan landasan ekoteologis yang komprehensif dalam membangun kesadaran lingkungan termasuk dalam permasalah krisis air bersih di era kontemporer.

Kata kunci

khalifah fil ardh, tafsir ekologi, kesadaran lingkungan, krisis air bersih, Al-Qur`an.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Makna dan Implikasi Konsep Khalifah Fil Ardh dalam Buku Tafsir Ayat-ayat Ekologi: Membangun Kesadaran Ekoteologis Berbasis Al-Qur`an dalam Upaya Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan di Era Krisis Air Bersih2026 · oai:ais:skripsi:12677