Abstrak
ABSTRAK Muhammad Iqbal NIM. 242061017, Judul : “Efektifitas Program Pembinaan Narapidana Dalam Pemenuhan Nafkah Terhadap Ketahanan Keluarga (Studi Kasus Di Kota Solok) prodi Hukum Keluarga Islam Pasca Sarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Tahun 2026 Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah pelaksanaan program pembinaan terhadap kesiapan narapidana di Lapas Kota Solok, Keberhasilan Ketahanan Keluarga mantan narapidana berdasarkan kesesuaian kerja dari pelatihan selama menjadi warga binaan lapas kelas II B Kota Solok dan faktor pendukung dan faktor penghambat kesiapan kerja mantan narapidana di Kota Solok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan program pembinaan terhadap kesiapan narapidana di Lapas Kota Solok, mengetahui dan menganalisis Keberhasilan Ketahanan Keluarga mantan narapidana berdasarkan kesesuaian kerja dari pelatihan selama menjadi warga binaan lapas kelas II B Kota Solok, mengetahui dan menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat dari hasil kesiapan kerja mantan narapidana di Kota Solok. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Sumber data primer yaitu Mantan Narapidana di Kota Solok Dan kepala Lapas serta Staff Lapas Kelas II B Kota Solok serta sumber data sekunder diperoleh dari buku, bahan jurnal, artikel yang berupa data untuk penyempurnaan data penelitian. Teknik pengumpulan data melalui wawancara (interview) dan Observasi, Teknik Analisis data yaitu reduksi data (Data reduction),penyajian data (Datadisplay) dan penarikan kesimpulan. Teknik penjamin keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber, Hasil dari penelitian ini ditemukan terdapat tiga pokok pembinaan yang dilakukan di Lapas Kota Solok yaitu : pembinaan kepribadian spiritual, pembinaan kepribadian kemandirian dan pembinaan kepribadian sosial. keberhasilan dari pembinaan Lapas Kota Solok Meskipun ada yang berhasil dalam mengembangkan usaha dan bisa mempertahankan keluarga mereka, namun ada beberapa mantan narapidana yang kurang bisa mengimplementasikan pelatihan tersebut dikarenakan kurangnya motivasi dan susahnya dalam mencari lapangan pekerjaan yang menyebabkan kebutuhan ekonomi tidak terpenuhi sehingga ketahanan keluarga sebagian mantan narapidana tidak berhasil dipertahankan. Qur’an Surat At- Taubah ayat 105 menjelaskan bahwa pentingnya bekerja atas usaha sendiri lebih baik daripada meminta – minta. Hadist ini menegaskan kalau pekerjaan sekecil apapun jika diniatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga adalah lebih mulia daripada hanya sekedar menopang tangan mengharapkan belas kasihan orang lain. Al-quran mengajarkan bahwa dengan bekerja sebaik-baiknya dan menjaga peraturan-peraturan agama secara proporsional, berarti bersyukur kepada Allah SWT dan ia akan diberi kehidupan yang layak. Faktor pendukung kesiapan kerja bagi mantan narapidana adalah motivasi dari dalam diri serta dukungan keluarga sementara faktor penghambat yakni kurangnya modal untuk usaha dan pandangan masyarakat yang buruk terhadap mantan narapidana sebagai pelaku kriminal.