Abstrak
ABSTRAK Zainal Abidin Matondang, NIM 232041021, Judul Tesis “Peran UPTD Balai Latihan Kerja Padangsidimpuan Dalam Upaya Menurunkan Angka Pengangguran” Program Studi Ekonomi Syariah, Pascasarjana Universtias Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih tingginya angka pengangguran di Kota Padangsidimpuan, meskipun UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) telah menyelenggarakan berbagai program pelatihan kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di daerah ini sebesar 7,76% masih berada di atas rata-rata provinsi 6,16 % dan nasional 5,32%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan efektivitas UPTD Balai Latihan Kerja Kota Padangsidimpuan dalam menurunkan angka pengangguran, mengkaji pelaksanaan program pelatihan kerja, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menilai peningkatan kompetensi tenaga kerja ditinjau dari perspektif Manajemen Sumber Daya Insani dan maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini adalah sebuah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pengelola BLK, instruktur, serta peserta dan alumni pelatihan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan Yang divalidasi dengan teknik triangulasi Penelitian menunjukkan bahwa BLK telah berperan sebagai penyedia tenaga kerja terampil, inkubator wirausaha mandiri, jembatan antara pencari kerja dengan industri, agen pemberdayaan masyarakat berbasis nilai Islam, dan katalis peningkatan produktivitas ekonomi lokal. Namun, efektivitasnya masih terbatas oleh kendala struktural seperti status UPTD yang kaku, ketiadaan instruktur ASN, sarana prasarana terbatas, dan sinergi lemah dengan dunia usaha dan industri (DUDI). Hasil monitoring alumni (2021–2024) menunjukkan rata-rata hanya 15–20% yang bekerja sesuai bidang pelatihan di sektor formal, sementara 50–65% berwirausaha skala mikro dengan penghasilan tidak stabil. UPTD BLK Padangsidimpuan telah berkontribusi dalam peningkatan kompetensi kerja dan pembentukan wirausaha, namun belum signifikan menurunkan angka pengangguran akibat kendala struktural, lemahnya sinergi dengan industri, dan belum adanya sistem pendampingan berkelanjutan. Diperlukan reformasi kelembagaan, penguatan kemitraan BLK-DUDI, serta integrasi nilai maqāṣid syariah yang lebih sistematis dalam program pelatihan.