Abstrak
Ruspel Aiga, NIM. 232011051, judul tesis “Evaluasi Program Pendidikan Kesetaraan dengan Model CIPP di Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Solok”. Pascasarjana Prodi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Program Pendidikan Kesetaraan di SPNF SKB Kabupaten Solok dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian evaluatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala SPNF SKB, pengelola, tutor, siswa, alumni, dan masyarakat sebagai informan penelitian. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode guna memperoleh temuan yang kredibel dan komprehensif. Hasil evaluasi pada aspek konteks menunjukkan bahwa program pendidikan kesetaraan di SPNF SKB Kabupaten Solok telah relevan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi ATS, serta sejalan dengan tujuan kebijakan pendidikan nonformal. Pada aspek Input, ketersediaan tutor, sarana dan prasarana, kurikulum dan bahan ajar, dan dukungan pendanaan program dinilai cukup memadai, meskipun masih ditemukan keterbatasan pada sarana prasarana dan pendanaan. Aspek proses menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berjalan relatif efektif melalui perencanaan pembelajaran yang sistematis, penerapan metode pembelajaran yang variatif, serta komunikasi tutor dan peserta didik yang kondusif meskipun belum optimalnya monitoring dan supervise internal. Pada aspek produk, program pendidikan kesetaraan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta didik, serta mendorong keberlanjutan pendidikan dan peluang kerja. Secara keseluruhan, Program Pendidikan Kesetaraan di SPNF SKB Kabupaten Solok dapat dinilai cukup efektif dalam mencapai tujuan program. Namun demikian, diperlukan upaya peningkatan secara berkelanjutan, terutama dalam penguatan sarana prasarana, pendampingan peserta didik, dan optimalisasi dukungan pemangku kepentingan agar keberhasilan program dapat lebih maksimal.