Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

ANALISIS TERHADAP PERJANJIAN SEWA LAHAN ‎UNTUK KEGIATAN PENAMBANGAN EMAS ‎DI NAGARI PADANG LIMAU SUNDAI ‎KABUPATEN SOLOK SELATAN

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•HUKUM EKONOMI SYARIAH (S2)•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Silvia Rahma Yenti. 2025. NIM, 242022011. Judul : “Analisis ‎Terhadap Perjanjian Sewa Lahan Untuk Kegiatan Penambangan Emas ‎Di Nagari Padang Limau Sundai Kabupaten Solok Selatan”, Program ‎Pascasarjana Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Mahmud ‎Yunus (UIN) Batusangkar.‎ Masalah penelitian ini adalah adanya ketidakpuasan dan risiko ‎lingkungan akibat pelaksanaan transaksi sewa menyewa lahan pertambangan ‎emas di Nagari Padang Limau Sundai, Kabupaten Solok Selatan. Tujuan ‎penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa bentuk perjanjian sewa lahan ‎pertambangan emas di nagari Padang Limau Sundai Kabupaten Solok Selatan, ‎dan bagaimana analisis hukum wadh’i dan taklifi terhadap akad sewa lahan ‎pertambangan emas di nagari Padang Limau Sundai Kabupaten Solok Selatan ‎ Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field ‎research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam ‎penelitian ini adalah pihak pemerintahan nagari, pemilik lahan, penyewa lahan, ‎penambang, dan tokoh agama di nagari Padang Limau Sundai, di mana data ‎dikumpulkan melalui observasi, dan wawancara, dengan teknik analisis data ‎yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik ‎penjaminan keabsahan data adalah triangulasi metode dan triangulasi sumber ‎data. ‎ Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, dapat disimpulkan ‎bahwa, pertama, bentuk perjanjian sewa lahan pertambangan emas di nagari ‎Padang Limau Sundai adalah akad lisan (aqd al-syafahiy) yang bersifat ‎informal dan berdasar pada kepercayaan (al-amanah) serta kebiasaan (al-'urf) ‎setempat. Akad ini tidak dituangkan dalam bentuk tertulis, tidak melibatkan ‎saksi formal, dan tidak memiliki klausul yang mengatur hak serta kewajiban ‎para pihak secara rinci, termasuk kewajiban reklamasi pascatambang sehingga ‎menimbulkan ketidakpastian hukum (gharar) serta berdampak pada kerusakan ‎lingkungan. Imbalan sewa (al-ujrah) ditentukan secara tetap di muka ‎berdasarkan perkiraan spekulatif kandungan emas, bukan berdasarkan nilai ‎manfaat lahan itu sendiri. Struktur ini menciptakan ketidakpastian (jahalah) ‎tinggi bagi penyewa dan potensi kerugian tetap bagi pemilik lahan jika terjadi ‎sengketa. Namun, praktiknya tidak bisa dikatakan sebagai sewa (ijarah) ‎maupun jual beli karena mengandung gharar dan dharar yang tinggi. Kedua, ‎ditinjau dari hukum ekonomi Islam, akad sewa lahan untuk penambangan emas ‎ini dari aspek wadh’i tidak sah karena mengandung gharar (ketidakjelasan ‎objek dan imbalan) serta tidak ada mekanisme menghilangkan bahaya, sehingga ‎berpotensi merusak lingkungan. Dari aspek taklifi, akad ini dilarang sehingga ‎status hukumnya adalah haram karena mafsadahnya lebih besar daripada ‎manfaat ekonominya. Penelitian ini merekomendasikan perlunya formalisasi ‎akad secara tertulis serta integrasi prinsip-prinsip syariah dalam praktik ‎pertambangan.‎

Kata kunci

Penambangan Emas, Sewa Lahan, Ijarah, Gharar, Hukum Ekonomi Islam.‎

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1ANALISIS TERHADAP PERJANJIAN SEWA LAHAN ‎UNTUK KEGIATAN PENAMBANGAN EMAS ‎DI NAGARI PADANG LIMAU SUNDAI ‎KABUPATEN SOLOK SELATAN2026 · oai:ais:skripsi:12557