Abstrak
Masalah pokok dalam penelitian ini adalah tingginya beban administrasi, keterbatasan media serta penguasaan teknologi pembelajaran, dan perbedaan kemampuan dalam mengelola emosi saat menghadapi tekanan kerja. Selain itu, guru juga mengalami kesulitan memahami karakter dan gaya belajar siswa, serta memiliki tingkat keseimbangan kerja dan kehidupan (work-life balance) yang beragam. Kondisi ini menyebabkan kinerja guru umumnya masih sebatas “sesuai ekspektasi” dan belum banyak yang mencapai “di atas ekspektasi”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh emotional intelligence dan motivasi kerja secara parsial dan simultan terhadap kinerja guru di MAN 2 Tanah Datar. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan ex-post facto karena variabel bebas dalam penelitian ini tidak dikendalikan atau diperlakukan khusus melainkan hanya mengungkap fakta berdasarkan pengukuran gejala yang telah ada pada diri responden sebelum penelitian ini dilaksanakan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 52 responden, teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi bergandan dan uji hipotesis. Hasil penelitian menujukan secara parsial bahwa emotional intellegence berpengaruh terhadap kinerja guru dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru di MAN 2 Tanah Datar. Secara uji simultan menunjukan bahwa emotional intellegence dan motivasi kerja berpengaruh secara simultan terhadap kinerja guru di MAN 2 Tanah Datar, serta penelitian ini berpengaruh sebesar 78.8 persen.