Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Pertimbangan Hakim dalam Menggunakan Konsep Jurimetri pada Penentuan Nominal Nafkah Pasca Perceraian dalam Perspektif Mashlahah (Studi Putusan dan Pendapat Hakim pada Pengadilan Agama Talu)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyyah)•3 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Vika Astri Nova, NIM. 2130201082. Judul Skripsi: “Pertimbangan Hakim Dalam Menggunakan Konsep Jurimetri Pada Penentuan Nominal Nafkah Pasca Perceraian Dalam Perspektif Mashlahah (Studi Putusan Dann Pendapat Hakim Pengadilan Agama Talu)”, Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhshiyah) Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, Tahun 2026. Pokok permasalahan dalam penellitian ini adalah bagaimana penerapan konsep jurimetri oleh hakim Pengadilan Agama Talu dalam perkara cerai talak dan cerai gugat serta pertimbangan hakim dalam menentukan nominal nafkah pasca perceraian ditinjau dari perspektif mashlahah. Tujuan dalam penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan konsep jurimetri oleh hakim Pengadilan Agama Talu dalam perkara cerai talak dan cerai gugat dalam perspektif mashlahah dan pertimbangan hakim Pengadilan Agama Talu dalam menggunakan konsep jurimetri pada penentuan nominal nafkah pasca perceraian ditinjau dari perspektif mashlahah. Jenis penelitian yuridis empiris (field research) dengan menggunakan metode kualitatif. Sumber data primer yaitu Hakim Pengadilan Agama Talu dan sumber data sekunder yaitu salinan putusan Perkara cerai gugat dan cerai talak Pengadilan Agama Talu serta peraturan perundang-undangan yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yakni memakai miles and huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan Kesimpulan. Teknik penjaminan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan Penerapan konsep jurimetri belum menjadi praktik umum oleh para hakim di Pengadilan Agama Talu dan masih bergantung pada inisiatif serta kesiapan konseptor putusan. Akan tetapi, para hakim memahami jurimetri sebagai metode yang dapat memperkuat objektivitas, transparansi, dan konsistensi dalam menentukan besaran nafkah pasca perceraian. Meskipun hanya sebagian kecil putusan yang menggunakan jurimetri, para hakim menilai bahwa pendekatan kuantitatif ini selaras dengan prinsip mashlahah karena membantu menetapkan hak-hak ekonomi perempuan dan anak secara lebih proporsional berdasarkan kemampuan dan kebutuhan nyata para pihak. Pertimbangan hakim Pengadilan Agama Talu dalam menggunakan konsep jurimetri pada penentuan nominal nafkah pasca perceraian menunjukkan bahwa metode ini dipilih secara selektif dengan mempertimbangkan kelengkapan variabel, kecocokan rumus, dan kebutuhan menghadirkan putusan yang objektif, proporsional, serta dapat dipertanggungjawabkan dalam perspektif maslahah. Jurimetri digunakan ketika data faktual memadai, sehingga perhitungan nafkah dapat dilakukan secara terukur, konsisten, dan rasional melalui rumus yang jelas; sementara pada perkara dengan data terbatas, hakim tetap berpegang pada asas kepatutan dan keadilan tanpa rumus matematis. Kata Kunci : Hakim, Jurimetri, Nafkah, Mashlahah

Kata kunci

Kata Kunci : Hakim, Jurimetri, Nafkah, Mashlahah

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pertimbangan Hakim dalam Menggunakan Konsep Jurimetri pada Penentuan Nominal Nafkah Pasca Perceraian dalam Perspektif Mashlahah (Studi Putusan dan Pendapat Hakim pada Pengadilan Agama Talu)2026 · oai:ais:skripsi:12363