Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Tinjauan Hukum Islam terhadap Fenomena Fatherless dalam Keluarga dengan Ayah Commuter Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyyah)•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Nursakinah, NIM 2230201037, “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Fenomena Fatherless dalam Keluarga dengan Ayah Commuter di Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan”. Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyyah), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Tahun 2026. Penelitian ini mengkaji fenomena fatherless dalam keluarga dengan ayah yang bekerja secara commuter di Desa Kesuma, Kabupaten Pelalawan. Fenomena ini terjadi karena ayah bekerja sebagai sopir di perkebunan kelapa sawit yang mengharuskan mereka berada jauh dari keluarga sehingga mengurangi intensitas kehadiran dan interaksi ayah dalam kehidupan keluarga. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, apa saja faktor-faktor yang menyebabkan ayah memilih sebagai pekerja commuter,dampak terhadap pemenuhan peran dan tanggung jawab ayah dalam keluarga dan bagaimana tinjauan hukum Islam nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab ayah memilih bekerja secara commuter, dampaknya terhadap pemenuhan peran dan tanggung jawab ayah dalam keluarga, serta tinjauan hukum Islam terhadap kondisi tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Sumber Data primer diperoleh dari lima belas orang ayah pekerja commuter, lima belas ibu dan lima belas orang anak yang mengalami kondisi fatherless dan. Sedangkan sumber data sekunder adalah mertua dan Kepala Desa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab ayah memilih bekerja secara commuter dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa rendahnya pendidikan formal, kemampuan dan keterampilan yang dimiliki ayah, sementara itu faktor eksternal berupa tuntutan ekonomi dan penghasilan yang lebih menjanjikan. Dampak pekerjaan ayah sebagai pekerja commuter terbagi menjadi dua dampak, yaitu dampak positif dan negatif. Dampak positif nya adalah ayah dapat memenuhi kewajiban nafkah dalam keluarga, dampak negatifnya adalah lemahnya pengasuhan dan pendidikan anak. Tinjauan hukum Islam terhadap ayah bekerja commuter melihat dari faktor ekonomi dikategorikan sebagai kebutuhan (hajjah), bukan kondisi darurat (darurah) karena masih terdapat alternatif pekerjaan lain di sekitar desa, meskipun dengan penghasilan yang lebih rendah seperti pedagang, kuli bangunan dan sebagainya. Dalam hukum Islam, pemenuhan nafkah materi tidak dapat berdiri sendiri tanpa diiringi dengan pemenuhan hak-hak non materi seperti pengasuhan dan pendidikan, oleh karena itu ayah dibolehkan bekerja secara commuter dengan kesepakatan keluarga dan tetap dapat memastikan pengasuhan dan pendidikan anak terlaksana dengan baik.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Tinjauan Hukum Islam terhadap Fenomena Fatherless dalam Keluarga dengan Ayah Commuter Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan2026 · oai:ais:skripsi:12345