Abstrak
Amelia Fitri dengan NIM. 2230109004, judul skripsi “ Analisis Dampak Konsumsi Konten Digital Berlebihan Brain Rot sebagai Anomali dalam Perkembangan Bahasa Anak Usia 5–6 Tahun di TK Islam Harapan Ibu Lima Kaum”, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya sejumlah anak usia 5–6 tahun yang mengalami hambatan dalam perkembangan bahasa. Hambatan tersebut ditandai dengan keterbatasan anak dalam menyusun kalimat secara runtut, kurangnya pemahaman makna ujaran, rendahnya kemampuan komunikasi lisan, serta kecenderungan meniru ungkapan dari media digital tanpa memahami konteks penggunaannya. Kondisi ini diduga berkaitan dengan tingginya intensitas paparan konten digital dalam kehidupan sehari-hari anak, khususnya penggunaan perangkat digital tanpa pendampingan yang memadai. Paparan konten digital yang berlebihan Brain Rot berpotensi menggeser peran interaksi langsung sebagai sumber utama stimulasi bahasa anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan konsumsi konten digital berlebihan Brain Rot sebagai anomali dalam perkembangan bahasa anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggambarkan fenomena yang terjadi secara mendalam. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah orang tua peserta didik di TK Islam Harapan Ibu Lima Kaum, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari data atau infomasi yang sudah ada sebelumnya dan digunakan sebagai pelengkap atau pendukung dalam proses analisis data. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijamin melalui teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konten digital memberikan dampak negatif terhadap perkembangan bahasa anak, yang terlihat pada keterbatasan penguasaan kosakata secara bermakna, lemahnya kemampuan menyusun struktur kalimat yang runtut, serta menurunnya keterampilan komunikasi lisan anak. Paparan konten digital yang berlebihan menyebabkan anak cenderung meniru ungkapan tanpa memahami konteks, kurang terbiasa merangkai kalimat secara mandiri, dan minim terlibat dalam interaksi komunikasi dua arah. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan konten digital berlebihan dapat menjadi anomali dalam perkembangan bahasa anak usia 5–6 tahun apabila tidak disertai dengan pengawasan dan pendampingan yang tepat.