Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

PERBEDAAN SUBJECTIVE WELL-BEING REMAJA DARI KELUARGA BERCERAI DAN KELUARGA TIDAK BERCERAI PADA SISWA PENDIDIKAN SEKOLAH AGAMA GANDO SULIT AIR KABUPATEN SOLOK

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Psikologi Islam•4 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Afiifah Dzakiyyah, NIM 2230306001, Judul Skripsi “PERBEDAAN SUBJECTIVE WELL-BEING REMAJA DARI KELUARGA BERCERAI DAN KELUARGA TIDAK BERCERAI PADA SISWA PENDIDIKAN SEKOLAH AGAMA GANDO SULIT AIR KABUPATEN SOLOK”. Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada fenomena penurunan subjective well-being pada remaja yang dipicu oleh dinamika perceraian orang tua di Kabupaten Solok. Kondisi ini menyebabkan terganggunya dua komponen utama kesejahteraan subjektif, yaitu rendahnya evaluasi kognitif terhadap kepuasan hidup akibat perubahan struktur keluarga, serta ketidakseimbangan aspek afektif yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi emosi negatif seperti kesedihan dan kecemasan. Ketidakstabilan kondisi psikologis ini memicu adanya perbedaan dalam cara remaja mengevaluasi kualitas hidup mereka dibandingkan dengan remaja yang berasal dari keluarga utuh. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif komparatif. Sampel penelitian berjumlah 64 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified purposive sampling, terdiri dari 32 siswa dari keluarga bercerai dan 32 siswa dari keluarga tidak bercerai. Pengumpulan data menggunakan skala subjective well-being berdasarkan aspek-aspek Diener et al. (2009). Analisis data menggunakan uji Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam subjective well-being antara siswa dari keluarga bercerai (M=269,87, SD=17,34) dan keluarga tidak bercerai (M=266,34, SD=16,89), dengan nilai t=-0,856 dan p=0,395 > 0,05. Kedua kelompok berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi perceraian orang tua bukan satu-satunya faktor penentu subjective well-being remaja, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor psikososial lainnya.

Kata kunci

Kata Kunci: subjective well-being, keluarga bercerai, keluarga tidak bercerai, remaja.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1PERBEDAAN SUBJECTIVE WELL-BEING REMAJA DARI KELUARGA BERCERAI DAN KELUARGA TIDAK BERCERAI PADA SISWA PENDIDIKAN SEKOLAH AGAMA GANDO SULIT AIR KABUPATEN SOLOK2026 · oai:ais:skripsi:12267

Publikasi terkait