Abstrak
Rahmi Kurnia, NIM 2230201040, Judul Skripsi: “Upaya Menjaga Ketahanan Keluarga Oleh Suami Penyandang Disabilitas (Studi Kasus Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok). Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya, cara, serta apa saja kendala atau tantangan yang dihadapi oleh suami penyandang disabilitas dalam mewujudkan ketahanan keluarga di nagari alahan panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis upaya, cara atau strategi serta tantangan yang dihadapi oleh suami penyandang disabilitas dalam mewujudkan ketahanan keluarga di nagari alahan panjang. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian lapangan dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi yang diperoleh langsung dari informan yang berkaitan dengan upaya menjaga ketahanan keluarga oleh suami penyandang disabilitas. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara mendalam dengan para suami, istri, dan anak, serta melalui observasi langsung di lokasi penelitian. Sedangkan data sekunder di peroleh dari buku, jurnal, dan referensi terkait ketahanan keluarga dan undang-undang no. 8 tahun 2016 tentang disabilitas Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan di lapangan bahwa upaya suami penyandang disabilitas dalam menjaga ketahanan keluarga yaitunya tetap berupaya menjalankan peran dan tanggung jawabnya dalam mewujudkan ketahanan keluarga. Pada aspek legalitas, keluarga telah memenuhi keabsahan perkawinan dan administrasi kependudukan. Pada aspek ketahanan fisik, keluarga mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, kesehatan, dan tempat tinggal yang layak. Pada aspek ketahanan ekonomi, suami tetap bekerja sesuai kemampuan fisik, dan kerja sama dengan istri dalam hal ekonomi serta dukungan bantuan sosial seperti zakat, PKH, dan BLT. Pada aspek sosio-psikologis, keluarga menunjukkan hubungan yang harmonis, komunikasi yang baik, serta kemampuan mengelola stres dan emosi. Sementara itu, pada aspek sosial budaya, keluarga tetap memegang nilai-nilai sosial dan keagamaan serta menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar. Adapun kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan ekonomi, minimnya akses pekerjaan yang layak, stigma sosial dari masyarakat, serta keterbatasan fisik yang memengaruhi aktivitas sehari-hari. Meskipun demikian, para suami penyandang disabilitas tetap berupaya menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga sehingga ketahanan keluarga tetap terwujud.