Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya self-efficacy matematis dalam pembelajaran matematika, dimana keyakinan peserta didik terhadap kemampuan matematika mereka sangat mempengaruhi proses dan hasil belajar. Observasi awal di SMPN 3 Sungai Tarab menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran Problem-based learning (PBL) telah diterapkan dan dituangkan dalam modul ajar, namun belum ada kajian mendalam tentang bagaimana self- efficacy matematis peserta didik termanifestasi dalam konteks pembelajaran berbasis masalah tersebut. Peserta didik sering kali kurang percaya diri dalam menyelesaikan masalah matematika yang kompleks dan cenderung bergantung pada bantuan guru atau teman. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis self-efficacy matematis peserta didik dalam pembelajaran Problem-based learning di SMPN 3 Sungai Tarab, yang mencakup identifikasi tingkat self-efficacy matematis berdasarkan empat dimensi (sikap positif dan konstruktif, stabilitas emosional, kemampuan aplikatif, dan motivasi intrinsik). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII SMPN 3 Sungai Tarab yang berjumlah 18 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi metode dan sumber yang meliputi angket self-efficacy matematis, observasi partisipatif terhadap proses pembelajaran, dan wawancara mendalam dengan peserta didik. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif untuk data angket, data observasi dan data wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy matematis peserta didik dalam pembelajaran PBL di SMPN 3 Sungai Tarab berada dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata 68,5% dari hasil angket dan 66,3% dari hasil observasi. Analisis per dimensi menunjukkan dimensi sikap positif dan konstruktif memiliki skor tertinggi (69,4%), diikuti dimensi stabilitas emosional (67,4%), kemampuan aplikatif (67,4%), dan motivasi intrinsik (66,9%). Hasil wawancara mengungkap pengalaman positif peserta didik yang merasa lebih percaya diri, mampu mengelola emosi ketika menghadapi masalah sulit, dan termotivasi untuk belajar matematika melalui pembelajaran PBL. Faktor-faktor yang mendukung tingginya self-efficacy meliputi: pemilihan masalah yang kontekstual dan sesuai dengan kemampuan peserta didik, kemampuan guru dalam memotivasi terutama di awal pembelajaran, pembelajaran kolaboratif yang memberikan pengalaman, serta pemberian bimbingan yang tepat ketika peserta didik mengalami kesulitan.