Abstrak
Kemajuan teknologi digital yang sangat cepat memicu kenaikan pemakaian fitur paylater, terutama Shopee Paylater yang populer di kalangan generasi Z. Kemudahan transaksi yang ditawarkan sering kali tidak diimbangi dengan pemahaman literasi keuangan dan kesadaran terhadap risiko penggunaan layanan tersebut. Rendahnya pemahaman ini berpotensi menimbulkan permasalahan keuangan seperti utang berlebih dan keterlambatan pembayaran. Generasi Z di Kota Padang Panjang menjadi subjek dalam penelitian ini untuk melihat sejauh mana literasi keuangan dan persepsi risiko berperan dalam keputusan mereka menggunakan fitur Shopee Paylater. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, melibatkan 99 responden. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling, sedangkan data dikumpulkan melalui dokumentasi dan kuesioner. Regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis data, termasuk berbagai pengujian seperti pengujian asumsi klasik, validitas, reliabilitas, pengujian hipotesis, dan koefisien determinasi. Semua ini dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26. Studi ini mengungkapkan bahwa tingkat literasi keuangan memiliki dampak positif yang kuat terhadap pilihan Generasi Z di Kota Padang Panjang untuk menggunakan Shopee Paylater. Ini berarti bahwa semakin baik pemahaman mereka tentang aspek keuangan, semakin bijak dan masuk akal keputusan mereka dalam menggunakan layanan tersebut. Di sisi lain, meskipun persepsi risiko menunjukkan hubungan negatif, secara individual tidak terbukti secara signifikan memengaruhi keputusan. Namun, ketika kedua faktor ini, literasi keuangan dan persepsi risiko, dipertimbangkan bersama, keduanya memiliki pengaruh yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan Generasi Z untuk menggunakan Shopee Paylater dipengaruhi oleh kombinasi pengetahuan keuangan dan bagaimana mereka menilai risiko, dengan literasi keuangan sebagai elemen yang lebih menonjol.