Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Integrasi Adat Minangkabau dan Agama Islam dalam Tradisi Perkawinan Tinjauan al-‘Urf terhadap Kasua Adaik Suduik Rumah di Nagari Batipuah Ateh

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhshiyyah)•3 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

IQBAL NIM. 2230201024. Judul skripsi “Integrasi Adat Minangkabau dan Agama Islam dalam Tradisi Perkawinan Tinjauan al-Urf terhadap Kasua Adaik Suduik Rumah di Nagari Batipuah Ateh” Program Studi Hukum Keluarga ( Ahwal Al Syakhshiyah ) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2026. Permasalahan pokok dalam penelitian ini berkaitan dengan eksistensi dan peran Kasua adaik Suduik Rumah dalam prosesi pernikahan adat Minangkabau di Nagari Batipuah Ateh serta bagaimana praktik tersebut dipahami dalam perspektif hukum Islam melalui konsep al-urf. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk, fungsi, dan kedudukan Kasua adaik sebagai simbol kehormatan dan identitas kaum, serta menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hukum Islam. Selain itu, penelitian ini juga membahas dampak sosial yang muncul apabila Kasua adaik tidak dilaksanakan dalam prosesi pernikahan. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data primer dari penelitian ini ialah niniak mamak, bundo kanduang, alim ulama, masyarakat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian dilakukan dengan menelaah data, mengklasifikasi data dan kesimpulan. Teknik penjaminan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Dari penelitian yang penulis lakukan, ditemukan bahwa Kasua adaik memiliki nilai sosial dan simbolik yang kuat sebagai penanda martabat kaum dan penghulu, serta sebagai bentuk penghormatan terhadap niniak mamak sebagai tanda bahwa kamanakan masih memiliki mamak yang berfungsi dalam adat. Dalam perspektif adat, keberadaan Kasua adaik menjadi syarat utama dalam prosesi pernikahan adat Minangkabau di Nagari Batipuah Ateh yang menentukan sah atau tidaknya suatu pernikahan menurut ketentuan adat setempat. Oleh sebab itu, ketiadaan Kasua adaik dapat menyebabkan pernikahan dinilai tidak sah dalam adat, menurunkan martabat kaum, dan mengurangi pengakuan sosial terhadap keluarga dalam kerapatan adat. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa eksistensi Kasua adaik tetap bertahan kuat meskipun masyarakat telah mengalami pengaruh modernisasi. Tradisi ini bukan sekadar simbol kehormatan, tetapi juga menegaskan keberadaan mamak dan kamanakan dalam sistem matrilineal Minangkabau, sehingga menjadi bagian integral dari identitas sosial masyarakat Batipuah Ateh. Dalam perspektif hukum Islam, Kasua adaik termasuk al-urf shahih karena tidak bertentangan dengan syariat, tidak memengaruhi keabsahan akad nikah, serta mengandung kemaslahatan seperti menjaga kehormatan kaum dan mempererat hubungan mamak dan kamanakan Tradisi ini juga berlaku umum, konsisten, dan diwariskan turun-temurun tanpa unsur pemaksaan dalam pelaksanaannya. Dengan terpenuhinya syarat-syarat urf shahih, Kasua adaik layak dipertahankan sebagai tradisi adat yang selaras dengan prinsip adatbasandi syarak, syarak basandi Kitabullah.

Kata kunci

Kasua Adaik Suduik Rumah, Al-‘Urf, Perkawinan Adat Minangkabau

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Integrasi Adat Minangkabau dan Agama Islam dalam Tradisi Perkawinan Tinjauan al-‘Urf terhadap Kasua Adaik Suduik Rumah di Nagari Batipuah Ateh2026 · oai:ais:skripsi:11902