Abstrak
YULIZA ZEN, NIM 222042024. Judul Tesis: “Kolaborasi Pentahelix Pariwisata dalam Mewujudkan Smart Village Tourism di Desa Wisata Kubu Gadang”. Program studi Ekonomi Syari`ah Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam tesis ini adalah Desa Wisata Kubu Gadang menjadi salah satu Desa Wisata Maju dengan prestasi terbaik di Sumatera Barat, membutuhkan strategi agar menjadi Desa Wisata Mandiri yang berdampak luas dalam pengelolaan, oleh karena itu Pariwisata cerdas menjadi salah satu langkah yang mengacu pada kualitas berbagai aspek seperti layanan canggih dan kreatif yang dikembangkan untuk wisatawan di era digital kontemporer. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan (field research), dengan metode kualitatif interpretif. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan melalui wawancara mendalam, melalui dokumentasi dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa: Kolaborasi Pentahelix di Desa Wisata Kubu Gadang berjalan aktif dengan peran unik setiap aktor. Pemerintah memberi dukungan regulasi dan pendanaan, akademisi menyumbang keilmuan, pelaku usaha berinovasi, komunitas terlibat langsung, dan media gencar promosi. Model kolaborasinya partisipatif dan sinergis, meski ada tantangan koordinasi, ketimpangan peran, dan SDM yang perlu ditingkatkan. Analisis SWOT menunjukkan potensi besar dari budaya dan antusiasme warga, tetapi juga kelemahan dalam manajemen, promosi digital, dan kemandirian finansial. Strategi pengembangannya fokus pada peningkatan SDM, optimalisasi peran tiap aktor, digitalisasi promosi, dan penguatan kelembagaan untuk mencapai pariwisata yang mandiri dan berkelanjutan. Penelitian ini merancang roadmap 5 tahun (2025–2029) dengan indikator keberhasilan yang mengacu pada prinsip SMART Criteria (Doran, 1981) dan Triple Bottom Line (Elkington, 1997), meliputi: Peningkatan jumlah pengunjung (20–30% per tahun), Pertumbuhan omzet wisata (25–40% per tahun), Peningkatan kapasitas SDM (50 warga terlatih/tahun), serta Penguatan tata kelola melalui evaluasi triwulanan dan audit independen. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengintegrasian model Pentahelix dengan pendekatan keberlanjutan, sekaligus rekomendasi praktis bagi pemangku kepentingan untuk membangun desa wisata yang mandiri, inklusif, dan berdaya saing.