Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

Kedudukan Dokumen Hibah di Bawah Tangan Ditinjau dari Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus di Yayasan MTI Salareh Aia dan Yayasan Wakaf Generasi Muddakir)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•HUKUM EKONOMI SYARIAH (S2)•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Jufri Rahmat Utama. NIM 212021003. Judul Tesis “Kedudukan Dokumen Hibah di Bawah Tangan Ditinjau dari Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus di Yayasan MTI Salareh Aia dan Yayasan Wakaf Generasi Muddakir”. Program Pascasarjana Hukum Ekonomi Syariah UIN Mahmud Yunus (UINMY) Batusangkar. Tahun 2025. Pokok permasalahan Tesis ini adalah terjadinya sengketa tanah antara Yayasan MTI Salareh Aia dan Yayasan Wakaf Generasi Muddakir, akibat dari Surat Tanah tidak dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. Tujuan pembahasan untuk mengetahui kedudukan dokumen Hibah di bawah tangan ditinjau dari Hukum Ekonomi Syariah. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan (Field Research), untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti penulis menggunakan pendekatan normatif empiris. Teknik pengumpulan data penulis gunakan adalah melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif, kemudian diuraikan serta melakukan klasifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Dari penelitian yang penulis lakukan dilapangan dapat disimpulkan bahwa sengketa antara Yayasan MTI Salareh Aia dan Yayasan Wakaf Generasi Muddakir dipicu oleh pelanggaran prinsip “larangan terjadinya akad di atas akad” dalam hukum syariah, memanfaatkan konflik internal Yayasan MTI Salareh Aia untuk membuat akad baru, dan mengabaikan pemenuhan syarat hibah. Untuk “sementara” penyelesaian sengketa melalui tahkim yang dilakukan melalui Kementerian Agama Sumatera Barat adalah sebuah langkah yang tepat dan ideal secara syar'i. Kedudukan dokumen hibah di bawah tangan yaitu surat hibah tahun 2010 memiliki kedudukan yang sah secara syar'i tetap lemah secara hukum positif. Sedangkan dari aspek syariah sudah memenuhi rukun hibah, sehingga mengikat secara moral, dan dengan kelemahan fatal karena tidak didaftarkan di BPN, rentan pemalsuan, dan tidak mencantumkan klausul anti-gharar atau ketidakpastian.

Kata kunci

Dokumen Hibah, Di Bawah Tangan, Hukum Ekonomi Syariah

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Kedudukan Dokumen Hibah di Bawah Tangan Ditinjau dari Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus di Yayasan MTI Salareh Aia dan Yayasan Wakaf Generasi Muddakir)2025 · oai:ais:skripsi:11743