Abstrak
HERIADI. 2025, NIM. 222021004, Judul Tesis: “Analisis Ta’widh Dalam Syariah Card (Studi Fatwa DSN MUI dan Majelis Penasehat Syariah Bank Negara Malaysia)”, Program Pascasarjana Hukum Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkomparasikan konsep ta’widh pada kartu kredit syariah yang ada di Indonesia dan Malaysia, menganalisa fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dan Majelis Penasehat Syariah Malaysia terkait ta’widh, serta menganalisa tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap produk ta’widh kartu kredit syariah. Metode yang digunakan dalam penelitisan ini adalah penelitian kepustakaan dan subjek penelitian ini adalah bahan pustaka berupa buku, artikel, tesis, dan artikel jurnal. Oleh karena itu pendekatan yang digunakan penulis adalah pendekatan normatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep ta’widh dalam produk kartu syariah di Indonesia dan Malaysia memiliki tujuan serupa, yaitu memberikan kompensasi atas keterlambatan pembayaran yang merugikan lembaga keuangan syariah, namun berbeda dalam penerapannya. Indonesia mensyaratkan adanya kerugian riil untuk mengenakan ta’widh, sedangkan Malaysia memberlakukan secara otomatis dengan batas tertentu dan memungkinkan gharamah yang disalurkan ke lembaga amal. Perbedaan ini tercermin dalam fatwa DSN-MUI dan Majelis Penasihat Syariah Malaysia, di mana keduanya tetap mengedepankan prinsip keadilan, perlindungan harta, dan kepatuhan terhadap maqasid al-syari‘ah. Sistem Malaysia dinilai lebih aplikatif dalam industri keuangan modern, sementara Indonesia lebih berhati-hati dalam penerapan prinsip syariah.